Sebuah video kebakaran yang memperlihatkan warga meminta mobil pemadam kebakaran (damkar) meninggalkan lokasi ramai beredar di media sosial. Kejadian terjadi di rumah milik Yuli di Dusun 5, Kampung Sangkaran Bhakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Jumat (7/8/2026) malam.
Dalam rekaman, api tampak membesar melalap bangunan dengan asap hitam pekat membumbung. Kobaran juga terlihat menjalar ke pohon kelapa di sekitar rumah. Ketika satu unit mobil damkar tiba, sejumlah warga menyambut dengan sorakan.
"Lama, pulang aja, damkarnya datang telat, pulang aja," ujar seorang warga dalam video tersebut.
Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Way Kanan, Irwansyah, menyampaikan penjelasan terkait kejadian itu, termasuk kronologi penerimaan laporan hingga proses pemadaman di lokasi.
Advertisement
Laporan Masuk 20.57 WIB, Mobil Damkar Tiba Pukul 21.00
Menurut Irwansyah, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Damkar Way Kanan menerima laporan kebakaran pada pukul 20.57 WIB. Laporan tersebut ditindaklanjuti Regu B Posko Blambangan Umpu, dengan jarak lokasi sekitar 14 kilometer dari posko.
"Pada pukul 21.00 WIB anggota sampai di lokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman," kata Irwansyah, Sabtu (8/8/2026).
Petugas melakukan penyiraman, pendinginan, sekaligus upaya penyelamatan. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.28 WIB. Setelah memastikan kondisi aman, personel melakukan pengecekan peralatan dan kembali ke posko masing-masing pada pukul 22.30 WIB.
"Rumah yang terbakar memiliki luas sekitar 8 x 16 meter. Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Tidak ada korban jiwa maupun laporan warga mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Sementara total kerugian masih dalam pendataan," sebutnya.
Advertisement
Kendala di Jalan dan Sumber Air Selama Pemadaman
Irwansyah menyebut tim di lapangan menghadapi beberapa kendala saat menuju lokasi. Selain kondisi jalan yang rusak, arus kendaraan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) diberlakukan sistem buka-tutup karena pekerjaan pengecoran jalan.
"Ini kan musim kemarau, petugas kami juga menghadapi kendala sumber air untuk proses pemadaman," ungkapnya.
Ia menambahkan, peralatan lampu kepala yang terbatas turut menjadi hambatan di lapangan pada malam hari. Kendati demikian, pemadaman tetap dilakukan dengan dukungan personel Posko Blambangan Umpu, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat. Satu unit armada jenis Kajama berkapasitas 3.500 liter dengan enam personel dikerahkan ke lokasi.
Advertisement
Dua Titik Kebakaran Ditangani Bersamaan
Pada waktu yang hampir bersamaan, personel Pos Baradatu bersiaga menangani kebakaran lahan di Kampung Negeri Baru, Kecamatan Umpu Semenguk. Titik kebakaran lahan berada cukup jauh dari jalan lintas dan tidak dapat dijangkau langsung oleh kendaraan pemadam.
Lokasi kebakaran lahan itu juga disebut masih jauh dari permukiman warga. Petugas Pos Baradatu melakukan pemantauan dari pinggir jalan lintas bersama masyarakat dan kepala kampung setempat, serta tetap bersiaga jika api merambat mendekati permukiman.
Dengan situasi tersebut, Irwansyah menyebut total dua armada dikerahkan untuk menangani dua kejadian kebakaran pada waktu yang bersamaan.