Polantas Meninggal Diduga Kelelahan Urai Macet Parah di Banyuasin, ini Penjelasan Polisi

Pihak kepolisian menuturkan, informasi mengenai penyebab meninggalnya Aipda Margianto akibat kelelahan belum dapat dipastikan.

irwanto
Oleh irwanto - Reporter
Polantas Meninggal Diduga Kelelahan Urai Macet Parah di Banyuasin, ini Penjelasan Polisi
Anggota Polantas Aipda Dwi Margianto meninggal. (istimewa)

Seorang anggota Satlantas Polres Banyuasin, Sumatera Selatan, Aipda Dwi Margianto, meninggal dunia usai mengurai kemacetan parah. Polisi belum dapat memberikan kepastian penyebab kematiannya.

Kabar meninggalnya Aipda Dwi Margianto itu beredar luas di media sosial. Dia disebut-sebut kelelahan usai mengurai kemacetan parah sejak beberapa hari teeakhir di Jalan Lintas Timur KM 17 Palembang-Betung, Banyuasin, Rabu (5/8) malam.

"Inalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka. Terkabar polisi baik, yang aku gak kenal nama nya. tapi dengan ciri-cirinya badan gendut yang selalu ramah kalo bertemu sedang bertugas mengatur jalan dan selalu menyapa aku.. Hati hati buk. Meninggal Dunia tadi malam karena kelelahan mengatur kemacetan akibat perbaikan jalan di Km 17. Yang sabar dan tabah untuk keluarganya. Tugas yang luar biasa satlantas polres banyuasin mengatur kemacetan dari km 12 sampai pangkalan balai. Semoga lelah para Bapak bapak Polisi mengatur Lalu Lintas jadi barokah untuk keluarga tercinta," begitu narasi yang diunggah akun Facebook @Reni Aprilia seperti dilihat merdeka.com, Jumat (7/8).

Polisi angkat bicara terkait penyebab kematian Aipda Dwi Margianto. Pihak kepolisian menuturkan, informasi mengenai penyebab meninggalnya Aipda Margianto akibat kelelahan belum dapat dipastikan. Kanit Gakkum Satlantas Polres Banyuasin Ipda Nurman mengatakan, perlu dilakukan pemeriksaan untuk memastikannya.

"Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat mengenai meninggalnya salah satu personel Satlantas yang disebut akibat kelelahan saat melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang Jalur Lintas Timur, perlu kami sampaikan bahwa informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya," ungkap Ipda Nurman.

 

Kronologi Meninggalnya Aipda Dwi Margianto

Berdasarkan kronologi yang diterimanya, pada Rabu (5/8) sekitar pukul 18.30 WIB, Aipda Dwi mulai mengeluhkan sesak napas. Namun kondisinya saat itu masih cukup baik hingga mampu mengendarai sepeda motor bersama istrinya menuju klinik. Almarhum kemudian diperiksa dan diberikan obat alergi, obat batuk, antibiotik, serta menjalani terapi nebulizer dengan oksigen.

Setelah itu almarhum bersama istrinya pulang ke rumah. Setiba di rumah sekitar pukul 19.00 WIB, almarhum mengonsumsi obat yang diberikan dokter dan kembali menggunakan nebulizer untuk meredakan sesak napas. Setelah itu, dia sempat beraktivitas seperti biasa.

Sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi almarhum kembali menurun. Sesak napas yang dialami semakin berat disertai tubuh yang mulai melemah. Keluarga kemudian membawa almarhum menuju Rumah Sakit Sukajadi. Dalam perjalanan, Aipda Dwi Margianto meninggal dunia.

"Berdasarkan fakta yang ada, almarhum menyelesaikan pelaksanaan tugas piket selama 1 x 24 jam sebelum kemudian meninggal dunia," kata Nurman.

Nurman menjelaskan, Aipda Dwi Margianto yang menjabat Banit Satlantas Polres Banyuasin dalam beberapa hari terakhir ikut diterjunkan mengatur arus kendaraan di Jalintim Palembang-Betung yang mengalami kemacetan parah. Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum memiliki riwayat penyakit asma.

"Maka dari itu kami belum berani menyimpulkannya. Kami minta masyarakat tidak berspekulasi dan mohon turut mendoakan almarhum," pungkas Nurman.

Rekomendasi