Sekolah Islam Harapan Ibu (SIHI) di Jakarta Selatan tetap menggelar kegiatan belajar mengajar setelah temuan 995 senjata api di ruang bawah tanah yang diduga menyerupai bunker. Aktivitas di lingkungan sekolah berlangsung normal pada Jumat pagi.
Pada sekitar pukul 06.40 WIB, menurut pantauan Liputan6.com, tidak terlihat pengamanan berlapis di sekitar area sekolah. Hanya beberapa petugas keamanan internal yang berjaga di depan pagar dan mengatur lalu lintas keluar-masuk.
Arus kedatangan siswa berlangsung seperti biasa. Sebagian besar murid diantar orang tua atau wali menggunakan mobil yang langsung masuk ke dalam area sekolah. Pihak keamanan membatasi akses hanya untuk siswa dan walinya.
Advertisement
Kondisi Sekolah Pagi Ini: Akses Diatur Satpam
Penjagaan dilakukan oleh satpam sekolah di gerbang utama. Mereka mengarahkan kendaraan pengantar dan memastikan hanya pihak yang berkepentingan yang dapat masuk ke lingkungan sekolah.
Pihak selain siswa dan walinya tidak diperkenankan memasuki area. Satpam meminta siapa pun yang ingin bertemu pengelola sekolah untuk terlebih dahulu mendapat persetujuan.
"Kalau mau masuk dan bertemu dengan pihak sekolah, harus izin dulu," kata salah seorang satpam di lokasi kepada Liputan6.com, Jumat (7/8/2026).
Advertisement
Awal Temuan 995 Senpi di Ruang Bawah Tanah
SIHI menjadi sorotan setelah ditemukan 995 senjata api di salah satu ruangan bawah tanah yang menyerupai bunker. Ruangan tersebut sempat terkunci rapat sehingga pihak sekolah meminta pendampingan Polres Metro Jakarta Selatan untuk membukanya.
Seluruh barang yang ditemukan kemudian diserahkan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Sebagian lainnya dititipkan di Wasendak Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyelidikan.
Pendampingan kepolisian dilakukan guna memastikan proses pembukaan dan pengamanan barang berjalan sesuai prosedur.
Advertisement
Pemeriksaan Lanjutan: Deretan Barang yang Disita
Perkembangan baru terjadi pada Rabu (5/8/2026) malam. Saat yayasan membuka ruangan lain dengan pendampingan polisi, kembali ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan senjata.
Barang-barang tersebut meliputi empat laras panjang, dua laras pendek, peredam suara (silencer), tujuh magazen berbagai jenis, amunisi dengan berbagai kaliber, beberapa unit airsoft gun berbentuk FN P90, AK-47, dan M4 Carbine, taser gun, alat pembuat peluru (reloading press), buku panduan pembuatan peluru, serta beragam aksesori senjata.
Selain itu, yayasan juga menemukan komponen senjata, peluru, alat pembuat amunisi, barang yang diduga narkotika, serta puluhan CD porno.