Polisi Sisir Kali Licin Cari Bagian Tubuh Korban Mutilasi Depok

Polda Metro Jaya kerahkan K-9 menyisir Kali Licin mencari bagian tubuh korban Mutilasi Depok.

Dicky Agung Prihanto
Oleh Dicky Agung Prihanto - Reporter
Polisi Sisir Kali Licin Cari Bagian Tubuh Korban Mutilasi Depok
Polda Metro Jaya melakukan pencarian potongan tubuh korban mutilasi di aliran Kali Licin Pancoran Mas, Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Polda Metro Jaya bersama Unit Polsatwa mengerahkan anjing pelacak (K-9) untuk menelusuri aliran Kali Licin, Pancoran Mas, Depok, dalam pencarian bagian tubuh korban kasus Mutilasi Depok.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, penyisiran dilakukan di titik-titik yang diduga menjadi jalur pembuangan.

Pencarian difokuskan pada bagian kaki korban yang diduga dibuang ke sungai. Upaya ini berlangsung Kamis (6/8/2026) dengan melibatkan tim Resmob Polda Metro Jaya di lapangan.

Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel menyebut pencarian masih berjalan dan menghadapi kendala jeda waktu antara pembuangan dan penemuan jasad. Ia menegaskan tim tetap melanjutkan penyisiran meski kondisi sungai sempat berarus deras.

"Untuk sementara masih proses, karena memang ada kendala dari kami, yaitu untuk waktu penemuan mayat sendiri itu 4 Agustus, sedangkan waktu pembuangan mayatnya itu 23 Juli 2026," kata Breggy, Kamis (6/8/2026).

K-9 Menyisir Kali Licin

Polisi menyisir sepanjang aliran Kali Licin dari kawasan Simpang Pitara hingga TPS Jemblongan, Pitara, Pancoran Mas. Potongan tubuh diduga sudah terbawa arus, namun penyisiran tetap diteruskan.

"Ada dugaan sudah terbawa arus, tapi tetap kami akan menelusuri," ucap Breggy.

Jarak waktu lebih dari sepekan antara pembuangan dan penemuan serta hujan dalam periode itu membuat arus sungai menguat dan menyulitkan pelacakan.

"Jadi sudah dari sekitar satu minggu lebih yang kemudian sempat dalam satu minggu itu ada hujan, jadi untuk arus sungai sendiri agak deras," jelas Breggy.

Jejak Darah di Kontrakan

Dalam penyelidikan paralel, Polda Metro Jaya menemukan sejumlah bercak darah di kontrakan yang ditempati tersangka berinisial SA di wilayah Cipayung, Kota Depok. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat pembunuhan dan mutilasi terhadap korban bernama Kunaefi.

Tim Resmob Polda Metro Jaya bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan Tim Identifikasi mendatangi serta memeriksa kontrakan tersebut pada Rabu (5/8/2026). Panit Resmob Polda Metro Jaya AKP Iskandar membenarkan dugaan lokasi pembunuhan.

"Sampai saat ini dalam penyelidikan. Iya, benar," kata Iskandar.

Iskandar menyatakan tersangka, saksi, dan sejumlah barang bukti telah diamankan di Polda Metro Jaya. Penyidik belum membeberkan motif pembunuhan.

"Untuk tersangka, saksi, dan barang bukti sudah kita amankan di Polda Metro Jaya. Untuk motifnya akan kami sampaikan lebih lanjut di kantor," ujarnya.
Rekomendasi