Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI), Valenth Alexie Tamboto (24) tewas diduga dibunuh di Armenia akhirnya tiba di Tanah Air. Bupati Maros Chaidir Syam turut mendampingi keluarga Valenth Alexie Tamboto di Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Adik Valenth, Arnold Tamboto mengaku lega jika jenazah kakaknya tersebut tiba di Makassar. Meski demikian, Arnold mengaku keluarganya sangat terpukul atas meninggalnya Valenth diduga dibunuh oleh sesama Warga Negara Indonesia (WNI) di Armenia.
"Keluarga sedih, karena yang pulang bukan seseorang yang bisa senyum lagi, tapi hanya nama dan jenazah. Memang ada suka duka, walaupun keluarga harus perjuangkan mencari bantuan ke mana-mana, sampai pemerintah bisa bantu,” kata Arnold kepada media, Senin (21/9).
Arnold mengaku hingga kini belum mendapatkan kabar terkait kasus kematian kakaknya di Armenia. Arnold mengaku hanya mendapatkan informasi tak resmi jika ada lima WNI ditangkap.
"Memang kami belum terima informasi resminya. Kami hanya terima (informasi) dari mulut ke mulut saja. Contohnya seperti berapa orang yang ditangkap dan berapa pelaku, dan seperti apa jalan ceritanya, memang kami belum terima resmi," ujar Arnold.
“Harapan tunggal kami saat ini hanyalah keadilan. Siapa pun pelakunya, mereka harus mendapat hukuman yang seberat-beratnya dan setimpal dengan apa yang menimpa kakak kami,” ujar dia.
Sementara Bupati Maros, Chaidir Syam menyampaikan duka cita kepada keluarga Valenth. Chaidir juga menjelaskan rumitnya pemulangan jenazah dari Armenia ke Indonesia.
"Proses pemulangan almarhum ke Indonesia cukup rumit mengingat birokrasi yang panjang. Perlu pemeriksaan TKP (tempat kejadian perkara), identifikasi, hingga klarifikasi hukum kasus ini," ujar Chaidir kepada wartawan, Senin (21/9).
Meski demikian, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengapresiasi Kementerian Luar Negeri, Kementerian P3MI, dan anggota DPR RI yang terus mengawal kepulangan jenazah Valenth ke Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih mendalam kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian P3MI, serta anggota DPR RI yang terus berjuang mengawal proses ini hingga jenazah bisa tiba di rumah duka,” ucapnya. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Kristen Pannara, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Sekadar diketahui, Valenth ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di Yerevan pada Rabu (15/7). Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan dengan mulut dilakban dan kedua tangan terikat tali.
Dugaan sementara, korban menjadi korban tindak pidana pembunuhan. Namun, hingga kini kasus tersebut masih ditangani oleh otoritasArmeniauntuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.