Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memilih tidak banyak berkomentar terkait kasus dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan kementeriannya.
Usai menghadiri rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026), Nusron justru meminta wartawan memberikan ruang kepadanya untuk meninggalkan lokasi.
"Ini kan aku mau pulang mas. Caranya enggak begini, caranya enggak begini. Mas mohon maaf mas ya, mohon maaf ya, saya punya privasi untuk jalan mas, boleh enggak saya jalan mas?," kata Nusron.
Adapun terkait penyidikan yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan ATR/BPN, Nusron sebelumnya menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan.
"Kan sudah tak sampaikan kalau soal itu, kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Jadi posisi kami menghormati dan mengikuti proses yang ada," tutup Nusron.
Advertisement
Mundur dari Kepengurusan Golkar
Di kesempatan yang sama, Nusron Wahid juga menanggapi kabar pengunduran dirinya dari kepengurusan DPP Partai Golkar. Ia menyebut keputusan itu telah dibicarakan cukup lama bersama Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
"Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil, dari tahun lalu," kata Nusron kepada wartawan, Senin (21/9/2026).
Nusron menyerahkan penjelasan lebih lanjut mengenai keputusannya mundur dari kepengurusan Partai Golkar kepada Bahlil selaku ketua umum.