Seorang pilot berkewarganegaraan Malaysia berinisial MSO diduga menyiapkan skenario untuk mengelabui pemeriksaan, sebelum ia ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terkait penyelundupan pil ekstasi dalam koper. Informasi ini disampaikan otoritas Bea Cukai Soekarno-Hatta, dikutip dari Liputan6.com.
Kasus pilot narkoba tersebut terungkap setelah petugas memeriksa barang bawaan MSO setibanya dari Kuala Lumpur, Malaysia. Selain barang bukti narkotika, petugas juga menemukan botol kecil berisi cairan kuning yang diduga disiapkan untuk menghadapi tes urine mendadak.
MSO saat ini ditahan di Bareskrim Polri. Penyidik mengembangkan perkara ini untuk menelusuri dugaan jaringan peredaran narkotika internasional.
Advertisement
Botol Urine "Bersih" di Tas Pilot
Pejabat Bea Cukai Soekarno-Hatta menyebut skenario pengelabuan disiapkan jauh hari. Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan botol berisi cairan kuning di dalam tas MSO yang diakui sebagai sampel urine miliknya.
"Bahwa saat diperiksa awal, di dalam tas tersagka pilot MSO ditemukan botol kecil berisi cairan kuning yang ternyata urine. Dari pengakuan, botol tersebut berisi urine \"bersih\" sebelum yang bersangkutan mengkonsumsi narkotika," tutur Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan, saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (3/8/2026).
Urine tersebut disimpan dalam botol kecil bekas kemasan baby oil berwarna merah muda. Petugas tidak terkecoh oleh dugaan skenario yang telah disiapkan.
"Jadi jika ada test urine mendadak oleh maskapai atau otoritas penerbangan, akan digunakan yang di botol tersebut, memang sudah persiapan," ujarnya.
Advertisement
Penangkapan Pilot Narkoba di Soetta: 25,19 Kg Ekstasi
MSO ditangkap setiba di Bandara Soekarno-Hatta dari Kuala Lumpur. Dari pemeriksaan, petugas menemukan pil ekstasi di dalam koper miliknya.
Total ekstasi yang diamankan mencapai 25,19 kilogram atau sekitar 77 ribu butir. Barang bukti itu ikut diamankan bersama tersangka untuk proses hukum lebih lanjut.
Selain ekstasi, petugas juga menemukan lebih dari 2 gram sabu di dalam tas. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan MSO positif mengonsumsi tiga jenis narkotika.
"Sabu ini dipakai sendiri. Dan dari hasil pemeriksaan tes urine kemarin, ternyata positif memakai sabu, Inex, dan ganja. Jadi pada saat terbang, itu sedang memakai," ujar Hengky.