Pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter yang sebelumnya terpasang di depan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, kini telah dibongkar. Sebagai gantinya, area depan pusat perbelanjaan tersebut hanya diberi pembatas berupa cone berwarna oranye.
Di sejumlah titik, bekas pelepasan pagar masih terlihat. Baut yang sebelumnya menjadi penyangga pagar besi masih menempel di area pembatas, mulai dari pintu masuk kendaraan di Jalan Raya Casablanca hingga pintu keluar di dekat lobi utama.
Salah seorang petugas keamanan Kokas mengatakan proses pembongkaran dimulai pada Minggu, 2 Agustus 2026. Sehari kemudian, seluruh pagar besi telah selesai dilepas.
"Dari kemarin sudah tidak ada," kata petugas keamanan tersebut.
Kini, area yang sebelumnya dipagari besi telah berubah tampilan. Lokasi itu dihiasi dekorasi bertema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan dominasi warna merah dan tulisan "Dirgahayu RI".
Advertisement
Picu Polemik, Pramono Minta Dibongkar
Diketahui, kemunculan pagar besi Mal Kokas tersebut sempat memicu keramaian di media sosial karena dikaitkan dengan isu antisipasi unjuk rasa besar yang diprediksi bakal berlangsung pada Agustus 2026.
Menanggapi maraknya pusat perbelanjaan alias mal memasang pagar tinggi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kemudian meminta pengelola untuk segera membongkarnya.
"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati, mungkin bagian dari kekhawatiran tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Pramono di kawasan Blok M, Jakarta, Kamis (31/7/2026).
Menurut Pramono, kekhawatiran yang berlebihan tidak lah baik. Dia pun berjanji akan melakukan koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya.
"Kami akan menjaga Jakarta mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman dan membuat kegembiraan bagi siapapun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," jelas Pramono.
Advertisement
Penataan Properti Harus Ikut Aturan
Selain itu, isu pemasangan pagar di sejumah pusat perbelanjaan juga direspons Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Dia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja, untuk mengonfirmasi hal tersebut.
Dalam komunikasinya, Maruarar memastikan pagar yang sempat terpasang di Mal Kokas akan segera dibongkar. Sementara itu, penataan di properti milik Pakuwon lainnya bakal disesuaikan dengan aturan yang berlaku agar tidak memicu persepsi keliru di tengah masyarakat.
"Saya sudah berbicara langsung dengan Pak Alex Tedja. Beliau mengatakan itu hanya inisiatif manajemen lokal dan akan segera diselesaikan," ujar Maruarar, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Maruarar pun mengapresiasi respons cepat Alexander Tedja serta Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia sekaligus Chairman Lippo Group, James T. Riady. Kedua tokoh bisnis tersebut secara terbuka menegaskan bahwa kondisi keamanan nasional tetap aman dan kondusif.
"Beliau-beliau ini adalah pemilik jaringan mal dan hotel besar di Indonesia. Sikap kedua tokoh ini sangat patut diapresiasi karena situasi keamanan kita memang baik," ujar Maruarar.