Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 9 Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, baru-baru ini menyerahkan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terkait pembukaan Program Studi S3 Teknik Sipil di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan. Penyerahan SK ini menjadi tonggak penting bagi UMI dalam pengembangan pendidikan tinggi di bidang teknik sipil, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Acara penyerahan SK Pembukaan Prodi S3 Teknik Sipil UMI ini berlangsung di Makassar pada Sabtu, 2 Agustus. Kehadiran program doktor ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang teknik sipil, yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan nasional. UMI dinilai telah memenuhi kualifikasi yang ketat untuk menyelenggarakan program studi tingkat lanjut ini.
Dr. Andi Lukman menyatakan bahwa pemberian SK Prodi S3 Teknik Sipil UMI Makassar merupakan bukti konkret atas kualitas sumber daya manusia Kampus UMI yang telah teruji dan berdaya saing tinggi. “Untuk membuka Program S3 itu minimal memiliki dua profesor. UMI telah menyiapkan sumber daya yang besar sehingga memang layak membuka Program Doktor,” ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Komitmen UMI dalam Pendidikan Doktor Berkualitas
Rektor UMI, Prof. Dr. Hambali Thalib, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada institusinya. Ia menegaskan bahwa pembukaan Program Doktor Teknik Sipil ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah amanah besar. UMI berkomitmen untuk mencetak insinyur, peneliti, dan pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan solusi inovatif bagi pembangunan Indonesia.
“Kami tidak sekadar membuka Program Doktor Teknik Sipil, tetapi menyiapkan insinyur, peneliti dan pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan solusi bagi pembangunan Indonesia melalui ilmu pengetahuan, riset dan inovasi,” ujar Prof. Dr. Hambali Thalib. Pernyataan ini menggarisbawahi fokus UMI pada kontribusi nyata melalui pendidikan berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bangsa.
Menurut Prof. Hambali, terbitnya izin ini merupakan amanah yang akan dijawab dengan penyelenggaraan pendidikan doktor yang berkualitas tinggi, budaya riset yang kuat, serta kolaborasi yang semakin luas. Kemitraan ini akan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, asosiasi profesi, serta perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik.
Advertisement
Advertisement
Visi Program Doktor Teknik Sipil UMI
Prof. Hambali juga menekankan bahwa pembangunan masa depan membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur yang kokoh. Ia menyoroti pentingnya sumber daya manusia yang mumpuni untuk mendukung keberlanjutan pembangunan. SDM tersebut harus mampu merancang, membangun, dan merawat infrastruktur dengan ilmu, integritas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Pembangunan masa depan membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur yang kokoh. Kita memerlukan sumber daya manusia yang mampu merancang, membangun dan merawatnya dengan ilmu, integritas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat," katanya. Komitmen ini menjadi landasan kuat bagi Program Doktor Teknik Sipil UMI dalam membentuk lulusan yang berkarakter dan kompeten.
UMI berharap Program Doktor Teknik Sipil ini dapat menjadi pusat pengembangan riset yang strategis dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang kompleks. Tantangan tersebut meliputi infrastruktur transportasi, pengelolaan sumber daya air, konstruksi berkelanjutan, mitigasi bencana, hingga pengembangan kota dan wilayah yang adaptif terhadap perubahan zaman dan teknologi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews