Rektor Unej Ajak Mahasiswa Baru Asah Berpikir Kritis, Jangan Serahkan ke AI

Rektor Unej Iwan Taruna mengingatkan mahasiswa baru untuk tidak menyerahkan proses berpikir ke AI, melainkan mengasah kemampuan berpikir kritis di era digital yang semakin berkembang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rektor Unej Ajak Mahasiswa Baru Asah Berpikir Kritis, Jangan Serahkan ke AI
Rektor Unej Iwan Taruna mengingatkan mahasiswa baru untuk tidak menyerahkan proses berpikir ke AI, melainkan mengasah kemampuan berpikir kritis di era digital yang semakin berkembang. (AntaraNews)

Rektor Universitas Jember (Unej) Iwan Taruna mengajak ribuan mahasiswa baru agar tidak menyerahkan proses berpikir sepenuhnya kepada teknologi kecerdasan artifisial (AI) di era digital saat ini. Pesan ini disampaikan Iwan usai melantik mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.

Acara pelantikan yang berlangsung di Stadion kampus Unej, Jember, pada Sabtu (08/8) tersebut menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk mempersiapkan diri. Iwan menekankan bahwa kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan yang bijak adalah bekal utama yang perlu dikembangkan selama menempuh pendidikan tinggi.

Ajakan ini bertujuan untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan kognitif manusia.

Pentingnya Berpikir Kritis di Era AI

Iwan Taruna secara tegas mengingatkan mahasiswa baru untuk tidak menyerahkan proses berpikir kepada teknologi. Menurutnya, meskipun AI dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai aktivitas, termasuk dalam proses pembelajaran dan pencarian informasi, penggunaannya harus tetap menempatkan manusia sebagai pihak pengendali teknologi.

“Kita hidup di era digital dan AI ada di sekitar, namun AI tidak dapat menggantikan manusia, sehingga kita yang harus mengendalikan mereka,” kata Iwan. Ia juga menambahkan, “Gunakan teknologi untuk memperkuat kecerdasan, bukan menggantikan proses berpikir.”

Pesan ini menjadi bagian penting bagi mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia pendidikan dan pekerjaan. Kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan, serta menggunakan teknologi secara bijak merupakan bekal yang perlu dikembangkan selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Membangun Karakter dan Kepedulian Sosial

Selain fokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis terkait AI, Iwan juga mengajak mahasiswa memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan di Unej tidak hanya untuk memperoleh gelar akademik. Ia menekankan pentingnya membangun karakter serta kepedulian terhadap masyarakat.

“Menjadi mahasiswa tidak hanya untuk masuk ke ruang kuliah, tetapi menjadikan kampus sebagai tempat membentuk cara berpikir kritis, belajar mengambil keputusan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Iwan menjelaskan bahwa kehidupan mahasiswa perlu diiringi dengan penguatan karakter, terutama kejujuran, integritas, disiplin, dan kepedulian. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat dan siap berkontribusi.

Ribuan Mahasiswa Baru Unej Tahun 2026

Tahun ini, Universitas Jember menerima total 9.857 mahasiswa baru dari 68.642 pendaftar. Ribuan mahasiswa ini diterima melalui berbagai jalur seleksi yang telah ditetapkan.

  • Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP): 3.327 mahasiswa
  • Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT): 3.643 mahasiswa
  • Seleksi Mandiri Mahasiswa Baru (SEMMABA): 2.314 mahasiswa
  • Program Pascasarjana: 604 mahasiswa
  • Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL): 58 mahasiswa

Selain itu, Unej juga menerima 11 mahasiswa afirmasi dan 10 mahasiswa asing yang menambah keberagaman di kampus setempat, menunjukkan inklusivitas Universitas Jember dalam menerima calon mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi