UIN Ar-Raniry Gelar Seleksi Mahasiswa Internasional Jalur Reguler, Libatkan 12 Negara

UIN Ar-Raniry Banda Aceh sukses menyelenggarakan seleksi wawancara bagi 53 calon mahasiswa internasional jalur reguler dari 12 negara, menunjukkan peningkatan kepercayaan global terhadap kualitas pendidikan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
UIN Ar-Raniry Gelar Seleksi Mahasiswa Internasional Jalur Reguler, Libatkan 12 Negara
UIN Ar-Raniry Banda Aceh sukses menyelenggarakan seleksi wawancara bagi 53 calon mahasiswa internasional jalur reguler dari 12 negara, menunjukkan peningkatan kepercayaan global terhadap kualitas pendidikan. (AntaraNews)

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam menarik talenta global dengan menggelar seleksi wawancara penerimaan mahasiswa internasional jalur reguler tahun ajaran 2026. Sebanyak 53 calon mahasiswa dari 12 negara mengikuti tahapan seleksi penting ini secara virtual melalui platform Zoom pada Minggu, 26 Juli 2026. Proses seleksi ini merupakan bagian dari upaya UIN Ar-Raniry untuk memperluas jangkauan pendidikan dan meningkatkan reputasi di kancah internasional.

Ketua Panitia Seleksi sekaligus Direktur Kantor Urusan Internasional (International Office) UIN Ar-Raniry, Prof Saiful Akmal, menyatakan bahwa jumlah negara peserta meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan antusiasme global yang signifikan terhadap program studi yang ditawarkan oleh kampus tersebut. Total 112 pendaftar telah melalui tahap seleksi administrasi awal, dengan 53 di antaranya berhasil melaju ke tahap wawancara.

Para calon mahasiswa, terdiri dari 45 laki-laki dan delapan perempuan, bersaing untuk memperebutkan kuota 50 kursi untuk jenjang sarjana (S1) dan tiga kursi untuk jenjang magister (S2). Keberhasilan pelaksanaan seleksi lintas zona waktu ini menjadi bukti kerja keras tim panitia dan dukungan penuh dari pimpinan universitas, menegaskan posisi UIN Ar-Raniry sebagai destinasi pendidikan pilihan di kawasan.

Antusiasme Global dan Peningkatan Kepercayaan

Antusiasme calon mahasiswa internasional terhadap UIN Ar-Raniry mengalami peningkatan signifikan pada tahun ini, dengan partisipasi dari 12 negara. Angka ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya melibatkan enam negara. Prof Saiful Akmal menyoroti bahwa capaian ini tidak terlepas dari kerja sama tim panitia dan dukungan pimpinan universitas.

Dari total 112 pendaftar yang masuk pada tahap seleksi administrasi awal, 53 peserta berhasil lolos ke tahap wawancara. Mereka terdiri dari 45 laki-laki dan delapan perempuan. Peningkatan jumlah negara peserta dan pendaftar menunjukkan bahwa UIN Ar-Raniry semakin dikenal di kancah global.

"Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat internasional terhadap kualitas pendidikan di UIN Ar-Raniry," ujar Prof Saiful Akmal. Keberhasilan ini juga menunjukkan efektivitas strategi UIN Ar-Raniry dalam menarik minat pelajar dari berbagai belahan dunia.

Dominasi Malaysia-Pakistan dan Favorit Prodi Teknologi Informasi

Peserta seleksi mahasiswa internasional UIN Ar-Raniry tahun ini didominasi oleh calon mahasiswa dari Malaysia dan Pakistan. Kedua negara ini memiliki keterkaitan sejarah dan keislaman yang kuat dengan Aceh, sehingga menjadi penyumbang peserta terbanyak. Selain itu, calon mahasiswa juga berasal dari negara-negara lain, menambah keragaman latar belakang budaya di kampus.

Dalam hal pilihan program studi, S1 Teknologi Informasi di Fakultas Sains dan Teknologi menjadi program favorit utama. Sebanyak 22 pendaftar memilih prodi ini, menunjukkan tingginya minat terhadap bidang teknologi. Selain itu, Teknik Lingkungan dan Arsitektur juga menjadi pilihan populer di kalangan calon mahasiswa internasional.

UIN Ar-Raniry menyediakan kuota sebanyak 50 kursi untuk jenjang sarjana (S1) dan tiga kursi untuk jenjang magister (S2). Ketersediaan berbagai program studi keagamaan dan ilmu sosial lainnya juga menarik minat calon mahasiswa, memperkaya pilihan akademik yang tersedia.

Proses Seleksi Profesional dan Visi Strategis

Proses seleksi wawancara dilaksanakan secara virtual melalui Zoom, memungkinkan partisipasi calon mahasiswa dari berbagai zona waktu. Panitia menghadirkan delapan dosen berpengalaman lulusan luar negeri sebagai tim pewawancara. Para dosen ini memiliki latar belakang pendidikan dari Mesir, Malaysia, Australia, Jerman, Amerika Serikat, hingga Inggris, memastikan kualitas dan objektivitas seleksi.

Sesi wawancara berlangsung selama 20 hingga 30 menit, dirancang secara komunikatif dan interaktif. Tujuannya adalah untuk menggali potensi dan kesiapan calon mahasiswa secara mendalam. Pendekatan ini memungkinkan interaksi yang lebih personal antara pewawancara dan calon mahasiswa, meskipun dilakukan secara daring.

Langkah strategis UIN Ar-Raniry ini sejalan dengan motto "Energi Kebangsaan: Sinergi Membangun Negeri" serta mendukung Visi Kemenag 2025–2029. Visi tersebut berfokus pada terwujudnya masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas. Sebagai bentuk keberlanjutan komitmen keterbukaan, UIN Ar-Raniry juga bersiap membuka jalur penerimaan non-reguler skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Agustus 2026 mendatang, memberikan lebih banyak kesempatan bagi calon mahasiswa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi