KLH Pantau TPA Cipayung Usai Kebakaran, Drone Thermal Diterbangkan Tiap 3 Jam

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran susulan selama musim kemarau.

Tim Regional
Oleh Tim Regional - Reporter
KLH Pantau TPA Cipayung Usai Kebakaran, Drone Thermal Diterbangkan Tiap 3 Jam
Pasca TPA Cipayung Depok Kebakaran AKtivitas Kembali Normal

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) turun langsung memantau kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, setelah kebakaran yang terjadi pada Kamis (16/7) malam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran susulan selama musim kemarau.

Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup KLH, Ardyanto Nugroho, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim pengawas sejak malam kejadian. Tim tersebut berasal dari Deputi Penegakan Hukum (Gakkum), Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara, serta Direktorat Penanganan Sampah.

Menurut Ardy, KLH juga telah mengingatkan seluruh kepala dinas lingkungan hidup di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di tempat pembuangan akhir. Imbauan itu menyusul sejumlah insiden kebakaran yang terjadi di beberapa TPA, termasuk di Jatiwaringin dan TPA Cipayung.

"Kami langsung menurunkan tim pengawas ke sini sejak tadi malam bersama tim dari Direktorat Udara dan Direktorat Penanganan Sampah," kata Ardy, Jumat (17/7).

Drone Thermal Pastikan Tak Ada Titik Api

Untuk memastikan kondisi TPA benar-benar aman, KLH menerbangkan drone thermal guna mendeteksi keberadaan titik panas di area pembuangan sampah.

"Hasil pemantauan pagi ini menunjukkan tidak ada lagi titik api di permukaan," ujar Ardy.

Meski demikian, hasil analisis masih menemukan adanya panas yang tersimpan di bawah permukaan timbunan sampah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kebakaran kembali apabila tidak segera dimitigasi.

"Terdapat risiko di bawah permukaan. Ini yang harus kita mitigasi karena masih terdeteksi hawa panas di bawah timbunan sampah," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, KLH bersama Pemerintah Kota Depok akan menerbangkan drone thermal secara berkala setiap tiga jam untuk memantau kemungkinan munculnya titik api, khususnya yang berada di bawah permukaan.

Kualitas Udara Ikut Dipantau

Selain pemantauan menggunakan drone thermal, KLH juga menyiapkan stasiun pemantauan kualitas udara di sekitar TPA Cipayung.

Perangkat tersebut akan mengukur berbagai parameter pencemaran udara, seperti PM2.5, PM10, hingga partikel dan zat berbahaya lainnya.

"Nantinya kami mengukur beberapa parameter seperti PM2.5, PM10, dan parameter lainnya. Jika melebihi baku mutu, tentu ada risiko terhadap kesehatan masyarakat, sehingga akan terus kami pantau," kata Ardy.

 

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan penyebab kebakaran di TPA Cipayung masih dalam proses investigasi.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok untuk memastikan tidak muncul kembali titik api di lokasi.

"Untuk hasil investigasi sampai sekarang belum ada. Nanti kami konfirmasi dulu ya," ujar Reni.

Meski sempat terbakar, aktivitas pengelolaan sampah di TPA Cipayung kini telah kembali berjalan normal. Truk pengangkut sampah dari berbagai wilayah di Kota Depok juga kembali beroperasi.

"Aktivitas kembali normal," kata dia.

Reni menambahkan, ada beberapa truk pengangkut sampah yang sempat terdampak insiden kebakaran. Namun kendaraan tersebut masih dapat dioperasikan dan akan diperbaiki melalui fasilitas asuransi.

"Ada yang terpapar, tetapi masih bisa dioperasionalkan. Selain itu, kendaraan tersebut juga memiliki asuransi sehingga bisa dilakukan perbaikan," pungkasnya.

Reporter: Dicky Agung Prihanto/Liputan6.com

 

Rekomendasi