Ayah Tega Cabuli Putri Kandungnya dari SD Hingga Lulus SMA

Kasus ini terungkap saat korban menceritakan perilaku bejat ayahnya kepada ibunya.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Ayah Tega Cabuli Putri Kandungnya dari SD Hingga Lulus SMA
Ayah Tega Cabuli Putri Kandungnya dari SD Hingga Lulus SMA (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Seorang ayah berinisial P (35) warga Kabupaten Sleman, DIY harus berurusan dengan pihak kepolisian karena mencabuli putri kandungnya sendiri. P tega mencabuli putri kandungnya sejak masih bersekolah di SD hingga lulus SMA.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Wakasat Reskrim Polresta Sleman AKP Eko Haryanto mengatakan pria berinisial P ini sudah ditangkap dan saat ini ditahan. Pelaku berinisial P ini ditangkap pada Jumat (20/10) lalu.

Eko menceritakan pencabulan yang dilakukan oleh P ini sudah dilakukan sejak putrinya bersekolah dibangku SD. Pencabulan ini terus berlanjut hingga korban lulus SMA.

Eko membeberkan pencabulan ini dilakukan oleh P di rumahnya saat keadaan sepi. Aksi bejat itu dilakukan lantaran ibu korban yang juga merupakan istri pelaku P ini bekerja di luar negeri.

"Dicabuli sejak usia dini, masih SD. Sekarang (korban) sudah lulus SMA. Iya (pencabulan dilakukan saat rumah sepi). Ibunya (kerja) di luar negeri," kata Eko saat dihubungi wartawan, Senin (23/10).

"(Pelaku) sudah ditangkap Jumat kemarin. Ditahan (di Polresta Sleman)," sambung Eko.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Eko menjelaskan terungkapnya kasus pencabulan ini karena korban mengadu ke ibunya saat kembali ke Indonesia. Ibu korban kemudian melaporkan kasus ini ke kepolisian.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Eko menuturkan korban selama ini tak berani menceritakan pencabulan yang dialaminya karena takut dengan ancaman pelaku. Korban diancam akan dianiaya dan dibunuh jika melaporkan ke orang lain.

"(Korban) diancam dibunuh, dianiaya. Kalau anak kan takut. (Kasus) dilaporkan oleh ibu korban. Lalu kami lakukan penyelidikan, ditemukan bukti kuat. Kami lakukan upaya paksa (penangkapan pada pelaku)," ungkap Eko.

Eko menambahkan saat ini korban dalam kondisi trauma berat. Korban, sambung Eko, dalam pendampingan dinas terkait penanganan traumanya.

Rekomendasi