Pemkab Badung Perkuat Komitmen Fasilitasi Transportasi Persembahyangan Desa Adat

Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen mendukung aktivitas keagamaan dengan memfasilitasi transportasi persembahyangan bagi desa adat, memastikan umat beribadah aman dan nyaman.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Badung Perkuat Komitmen Fasilitasi Transportasi Persembahyangan Desa Adat
Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen mendukung aktivitas keagamaan dengan memfasilitasi transportasi persembahyangan bagi desa adat, memastikan umat beribadah aman dan nyaman. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, memperkuat komitmennya dalam mendukung aktivitas keagamaan masyarakat dengan program fasilitas transportasi. Pemkab menyediakan bantuan berupa dua unit bus untuk setiap desa adat yang akan melaksanakan persembahyangan atau tirtayatra. Fasilitas ini ditujukan bagi perjalanan ke berbagai pura di wilayah Provinsi Bali.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyatakan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memastikan umat Hindu dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan nyaman. Dukungan ini menjadi prioritas untuk krama desa adat.

Melalui penyediaan fasilitas bus ini, Pemkab Badung berharap mobilitas krama desa adat dalam menjalankan tradisi dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan lebih lancar. Langkah ini sekaligus bertujuan untuk memperkokoh pelestarian adat dan budaya lokal. Bupati Adi Arnawa berharap program ini membantu masyarakat melaksanakan persembahyangan secara tertib dan lancar.

Komitmen Berkelanjutan Pemkab Badung untuk Krama Adat

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menjelaskan bahwa program fasilitasi transportasi ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah. Dukungan ini diberikan untuk memperkuat kegiatan keagamaan umat Hindu di Badung, khususnya dalam pelaksanaan tirtayatra. Inisiatif serupa telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya dan terus dilanjutkan sebagai program prioritas.

Penyediaan dua unit bus per desa adat ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat secara signifikan. Terutama bagi mereka yang akan melakukan perjalanan ke pura-pura penting di seluruh Bali, seperti Pura Kahyangan Jagat. Program transportasi persembahyangan ini memastikan krama desa adat dapat beribadah tanpa terkendala masalah transportasi yang seringkali menjadi hambatan.

Fasilitas transportasi ini tidak hanya bertujuan untuk kenyamanan beribadah semata. Lebih dari itu, Pemkab Badung berharap dapat memperlancar mobilitas krama dalam menjalankan tradisi dan upacara keagamaan. Ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkokoh pelestarian nilai-nilai adat dan budaya Bali yang luhur.

Animo Positif dan Tujuan Utama Tirtayatra Desa Adat

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Made Widiana, mengungkapkan tingginya animo desa adat terhadap program ini. Banyak desa adat menunjukkan ketertarikan besar untuk memanfaatkan fasilitas bus yang disediakan oleh Pemkab Badung. Hal ini secara jelas menunjukkan adanya kebutuhan nyata masyarakat akan dukungan transportasi yang memadai.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada empat desa adat yang secara resmi mengajukan permohonan bantuan armada bus kepada Pemkab Badung. Permohonan tersebut diajukan untuk keperluan tirtayatra ke berbagai pura besar atau Pura Kahyangan Jagat di Bali. Contoh pura yang menjadi tujuan adalah Pura Besakih dan Pura Batur.

Pura Besakih dan Pura Batur, misalnya, saat ini sedang melaksanakan prosesi Pujawali yang sakral. Oleh karena itu, kebutuhan transportasi menjadi sangat krusial bagi krama desa adat yang ingin mengikuti rangkaian upacara keagamaan penting tersebut. Program ini sangat membantu mereka dalam menjalankan kewajiban spiritual dengan lancar dan khusyuk.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi