Gubernur Gorontalo Soroti Penempatan Alumni IPDN, Minta Sebar ke Kabupaten/Kota

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyoroti penempatan alumni IPDN yang masih terpusat di provinsi, meminta penataan ulang untuk pemerataan karir di kabupaten/kota.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Gorontalo Soroti Penempatan Alumni IPDN, Minta Sebar ke Kabupaten/Kota
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyoroti penempatan alumni IPDN yang masih terpusat di provinsi, meminta penataan ulang untuk pemerataan karir di kabupaten/kota. (AntaraNews)

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail secara tegas meminta para alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk memulai jenjang karir mereka dari tingkat kabupaten/kota. Permintaan ini disampaikan pada Jumat, 27 Maret, saat pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Gorontalo.

Gusnar menilai bahwa pola penempatan alumni IPDN di daerah saat ini belum ideal karena konsentrasi mereka masih sangat tinggi di lingkungan pemerintahan provinsi. Kondisi ini dianggap menghambat pembentukan kapasitas kepemimpinan yang matang serta pemahaman komprehensif terhadap tata kelola pemerintahan.

Dalam acara yang berlangsung di Kota Gorontalo tersebut, Gusnar menekankan pentingnya pemerataan distribusi alumni. Tujuannya adalah untuk memperkuat fondasi birokrasi dari level paling bawah dan memastikan pembangunan daerah berjalan optimal.

Distribusi alumni IPDN di Gorontalo menjadi perhatian utama Gubernur Gusnar Ismail. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 200 alumni IPDN di wilayah tersebut. Namun, lebih dari 100 orang di antaranya saat ini bertugas di lingkungan pemerintahan provinsi.

Konsentrasi yang tinggi di tingkat provinsi ini dinilai tidak mencerminkan pola pembinaan karir yang ideal. Gusnar menegaskan bahwa seharusnya para alumni ini disebar secara merata. Mereka perlu memulai karir dari kabupaten agar dapat merangkak dari bawah dan memahami birokrasi secara menyeluruh.

“Saya cek kepada Pak Ketua DPP berapa jumlah alumni IPDN di sini kurang lebih 200 an, 100 sekian lebih itu berada di provinsi. Ini tidak ideal, seharusnya mereka disebar dulu di kabupaten yang kemudian merangkak dari bawah,” ujar Gusnar. Pernyataan ini menunjukkan urgensi penataan ulang penempatan alumni IPDN.

Gubernur Gusnar Ismail menekankan bahwa pola karir berjenjang adalah fondasi penting dalam pembentukan birokrat yang berkualitas. Memulai dari tingkat kabupaten/kota akan memberikan pengalaman praktis yang esensial. Pengalaman ini sangat dibutuhkan untuk memahami dinamika pemerintahan di lapangan.

Proses tersebut diyakini akan membentuk kapasitas kepemimpinan yang lebih matang. Selain itu, pemahaman menyeluruh terhadap tata kelola pemerintahan dari berbagai tingkatan juga akan terbentuk. Hal ini krusial untuk menciptakan pejabat yang responsif dan efektif.

Penempatan alumni IPDN yang merata diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan dari level paling bawah. Dengan demikian, setiap daerah akan memiliki SDM aparatur yang kompeten. Mereka mampu menjalankan roda pemerintahan dengan lebih baik.

Untuk merealisasikan penataan penempatan alumni IPDN ini, Gubernur Gusnar Ismail menugaskan Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim. Sofian Ibrahim sendiri baru saja dilantik sebagai Ketua IKAPTK Provinsi Gorontalo periode 2025-2030. Penugasan ini menunjukkan kepercayaan gubernur terhadap IKAPTK.

Gusnar meminta Sofian Ibrahim untuk segera melakukan penataan dan pemetaan ulang terhadap penempatan alumni IPDN. Langkah strategis ini diharapkan dapat menciptakan distribusi yang lebih seimbang. Ini juga akan mengoptimalkan potensi para alumni di seluruh wilayah Gorontalo.

Melalui upaya ini, diharapkan akan tercipta sistem penempatan yang lebih adil dan efektif. Tujuannya adalah untuk mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh. IKAPTK diharapkan berperan aktif dalam memastikan setiap alumni mendapatkan kesempatan karir yang ideal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi