Bea Cukai NTT Setor Rp682,8 Juta ke Kas Negara per Februari 2026, Lampaui Target Awal Tahun

Kantor Bea Cukai NTT berhasil menyetor Rp682,8 juta ke kas negara hingga Februari 2026, mencapai 21,19 persen dari target tahunan. Capaian ini menunjukkan kinerja positif Bea Cukai NTT dalam mengoptimalkan penerimaan negara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bea Cukai NTT Setor Rp682,8 Juta ke Kas Negara per Februari 2026, Lampaui Target Awal Tahun
Kantor Bea Cukai NTT berhasil menyetor Rp682,8 juta ke kas negara hingga Februari 2026, mencapai 21,19 persen dari target tahunan. Capaian ini menunjukkan kinerja positif Bea Cukai NTT dalam mengoptimalkan penerimaan negara. (AntaraNews)

Kupang, NTT – Kantor Bea Cukai di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat kinerja positif dalam pengumpulan penerimaan negara pada awal tahun 2026. Hingga akhir Februari 2026, total setoran Bea Cukai NTT ke kas negara telah mencapai Rp682,8 juta. Angka ini menunjukkan pencapaian yang signifikan dari target tahunan yang telah ditetapkan.

Capaian tersebut berhasil memenuhi 21,19 persen dari total target penerimaan tahunan sebesar Rp3,22 miliar yang dibebankan kepada Bea Cukai NTT. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Labuan Bajo, Syahirul Alim, menyampaikan informasi ini dalam keterangan resminya di Kupang pada Jumat (27/3).

Realisasi penerimaan ini didorong oleh kontribusi dari bea masuk dan cukai, serta menunjukkan efektivitas pengawasan dan pelayanan kepabeanan di wilayah NTT. Kinerja ini menjadi indikator awal yang menjanjikan bagi penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai di provinsi tersebut.

Kinerja Penerimaan Bea Cukai NTT Awal Tahun 2026

Penerimaan Bea Cukai Provinsi NTT hingga Februari 2026 yang mencapai Rp682,8 juta merupakan bukti komitmen dalam mendukung keuangan negara. Angka ini telah melampaui seperlima dari target penerimaan sepanjang tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp3,22 miliar.

Syahirul Alim menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan dalam optimalisasi pengawasan dan pelayanan. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, realisasi penerimaan di NTT mencapai Rp6,78 miliar, melampaui target tahunan sebesar Rp4,85 miliar atau tercapai 139,72 persen.

Tren positif ini diharapkan dapat terus berlanjut sepanjang tahun, mengingat peran penting Bea Cukai dalam mengamankan penerimaan negara dari sektor perdagangan internasional dan barang kena cukai. Peningkatan kinerja ini menjadi vital untuk mendukung berbagai program pembangunan nasional.

Kontribusi Bea Masuk dan Cukai

Realisasi penerimaan bea masuk (BM) hingga Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan yang substansial, mencapai Rp538,11 juta atau 23,37 persen dari target Rp2,3 miliar. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp152,53 juta atau 46,66 persen (year-to-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penerimaan bea masuk ini didominasi oleh importasi komoditas seperti kopi, kopra, kemiri, dan mete yang berasal dari Timor Leste. Selain itu, penerimaan insidental dari registrasi identitas perangkat HP/Tablet atau International Mobile Equipment Identity (IMEI) juga turut berkontribusi. Syahirul Alim menambahkan bahwa pada tahun 2026, tidak ada importasi beras, sebuah langkah yang diambil untuk mendukung swasembada pangan di Indonesia.

Di sisi lain, realisasi penerimaan cukai juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, mencapai Rp144,71 juta atau 15,72 persen dari target sebesar Rp920,4 juta. Penerimaan cukai ini tumbuh Rp129,78 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Sumber utama penerimaan cukai berasal dari produksi minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dari tiga pabrik di wilayah pengawasan Bea Cukai Kupang dan satu pabrik di wilayah pengawasan Bea Cukai Labuan Bajo. Hingga Februari 2026, terjadi peningkatan produksi MMEA sebesar 37,05 persen (yoy), yang berkorelasi langsung dengan peningkatan penerimaan cukai.

Dinamika Neraca Perdagangan NTT

Selain penerimaan, Bea Cukai juga memantau kinerja neraca perdagangan di NTT. Pada Februari 2026, neraca perdagangan NTT mengalami surplus sebesar 3,57 juta dolar AS (USD). Namun, nilai surplus ini menunjukkan penurunan 25,37 persen dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari sisi ekspor, tercatat mencapai 4,10 juta dolar AS (USD), menurun 18,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lima komoditas ekspor utama dari NTT meliputi furniture, pangan olahan, semen, mobil, dan kosmetik.

Sementara itu, nilai impor tercatat sebesar 525 ribu dolar AS (USD), menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 96,34 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Komoditas impor utama yang masuk ke NTT adalah kopi dan teh, kopra, alat berat, biji-bijian, dan parts alat berat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi