Penyelidikan Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut, Polisi Gunakan Metode SCI untuk Periksa Saksi

Menurut Budi, kasus ini tengah ditangani Polres Jakarta Pusat bersama Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Penyelidikan Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut, Polisi Gunakan Metode SCI untuk Periksa Saksi
Penyelidikan Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut, Polisi Gunakan Metode SCI untuk Periksa Saksi (Merdeka.com)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto memastikan, anggota kepolisian sudah turun tangan menyelidiki kasus penyerangan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Menurut Budi, kasus ini tengah ditangani Polres Jakarta Pusat bersama Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya (Dit Krimum PMJ) dengan metode scientific crime investigation (SCI).

“Penyelidikan dari Polres Jakarta Pusat dan Dit Krimum PMJ, saat ini masih melakukan penyidikan dengan SCI untuk menemukan pelakunya,” kata Budi kepada awak media, Sabtu (14/3).

Dua Orang Saksi

Selain menggunakan metode SCI, Budi mengungkap, sebanyak dua orang saksi mata di lokasi sudah dimintai keterangan.

"Saksi yang sdh periksa 2 orang, warga sekitar yang melihat dan mengetahui kejadian tersebut," ungkap Budi.

Soal rekaman CCTV, Budi memastikan polisi sudah dianilis dan masuk dalam metode SCI.

"Masih dilakukan analisa dari CCTV, itu bagian dari scientific investigation," kata dia.

Andrie Yunus Diserang Air Keras

Sebagai informasi, aktivis sekaligus Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus diserang air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3) malam di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Akibat serang tersebut, Andrie menderita luka bakar 24% dan dirawat intensif di RSCM Jakarta.

Rekomendasi