Polda Metro Jaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui inisiatif budidaya jagung. Meskipun menghadapi keterbatasan lahan, institusi kepolisian ini berhasil memanfaatkan area yang ada untuk penanaman jagung, menandai peran aktif dalam menjaga ketahanan pangan. Upaya ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dipimpin oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperkuat sektor pertanian.
Kegiatan tanam raya jagung serentak Kuartal I diselenggarakan di berbagai wilayah, dengan Wakapolri Komjen Polisi Dedi Prasetyo turut hadir di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Acara ini menjadi simbol kontribusi Polri dalam mengoptimalkan potensi lahan untuk produksi pangan. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada jagung, tetapi juga tanaman lain yang mendukung ekosistem rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara langsung memimpin kegiatan serupa yang dipusatkan di Polda Sumatera Selatan. Hal ini menegaskan keseriusan Polri dalam menuntaskan target swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dukungan penuh dari Polri diharapkan dapat mempercepat pencapaian target produksi jagung nasional, sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Polda Metro Jaya terus berinovasi dan menjalin kerja sama lintas sektor untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Saat ini, sekitar 50 hektare lahan telah dimanfaatkan untuk penanaman jagung, dan luasan ini direncanakan akan terus dikembangkan. Kontribusi ini menjadi bukti nyata bahwa institusi kepolisian juga dapat berperan strategis dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan.
Selain budidaya jagung, lahan yang dikelola oleh Polda Metro Jaya juga digunakan untuk menanam komoditas lain. Diversifikasi tanaman ini bertujuan untuk mendukung ekosistem rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan demikian, upaya yang dilakukan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi jagung, tetapi juga pada ketersediaan pangan bergizi secara lebih luas.
Komitmen Polda Metro Jaya ini sejalan dengan arahan pimpinan Polri untuk berkontribusi aktif dalam program-program pemerintah. Pemanfaatan lahan terbatas menjadi lahan produktif menunjukkan adaptasi dan kreativitas dalam menghadapi tantangan ketersediaan lahan. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi lain untuk turut serta dalam upaya ketahanan pangan nasional.
Advertisement
Advertisement
Kegiatan penanaman jagung serentak ini dilaksanakan secara nasional, melibatkan 36 Polda di seluruh Indonesia. Inisiatif ini merupakan bentuk dukungan konkret Polri terhadap program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah. Seluruh jajaran kepolisian bersatu padu untuk mencapai target produksi jagung yang telah ditetapkan.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I yang dipusatkan di Polda Sumatera Selatan. Kehadiran Kapolri menunjukkan betapa pentingnya program ini bagi institusi Polri. Ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk menuntaskan target swasembada pangan yang telah ditetapkan oleh Presiden.
Pada tahun 2025, Polri berhasil menanam jagung seluas 661 ribu hektare dari target nasional 1 juta hektare. Angka ini menunjukkan progres yang signifikan dalam upaya mencapai kemandirian pangan. Dukungan Polri tidak hanya sebatas penanaman, tetapi juga mencakup pengawasan dan fasilitasi agar program berjalan lancar dan efisien.
Advertisement
Advertisement
Pada Kuartal I tahun ini, target penanaman jagung secara nasional mencapai lebih dari 100 ribu hektare. Angka ini merupakan langkah awal yang ambisius untuk tahun berjalan, menunjukkan keseriusan pemerintah dan Polri dalam mengejar target swasembada. Dengan dukungan yang terkoordinasi, diharapkan target ini dapat tercapai bahkan terlampaui.
Untuk memenuhi kekurangan target satu juta hektare pada tahun 2025, Polri akan terus berupaya pada tahun 2026. Jika target tersebut tercapai, potensi produksi jagung nasional diperkirakan bisa mencapai bahkan melampaui 4 juta ton. Pencapaian ini akan memiliki dampak besar terhadap stabilitas harga pangan dan kesejahteraan petani.
Polri juga menggandeng berbagai pihak untuk memperluas lahan tanam, termasuk perusahaan perkebunan, PTPN, Kementerian Kehutanan melalui program hutan sosial, serta sektor swasta. Kolaborasi ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi lahan yang tersedia. Selain itu, Polri bekerja sama dengan Bank Himbara untuk memberikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani, serta dukungan permodalan melalui koperasi Polri untuk membantu kebutuhan bibit, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian.
Advertisement
Sumber: AntaraNews