Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, kapasitas penyimpanan air per kapita di Indonesia saat ini hanya berada di angka 71 meter kubik. Padahal, angka ideal yang dibutuhkan untuk menjamin keamanan air nasional berkisar antara 100 hingga 150 meter kubik per kapita.
Menjawab tantangan tersebut, AHY memperkenalkan sebuah strategi yang ia beri nama unik yaitu 'Warung Jamu'. Nama yang merakyat ini sebenarnya merupakan akronim dari empat pilar pengelolaan air, yaitu Waktu, Ruang, Jumlah, dan Mutu.
Strategi ini dirancang untuk menyelesaikan masalah air secara komprehensif dari berbagai sisi teknis dan spasial.
"Untuk menjawab tantangan ini, kita menggunakan strategi yang saya sebut sebagai 'Warung Jamu', yang merupakan akronim dari Waktu, Ruang, Jumlah, dan Mutu," kata AHY dalam acara Water Town Hall Meeting di kantornya Kemenko Infra, Jakarta Pusat, Selasa (23/2).
Secara detail, pilar Waktu berfokus pada pembangunan bendungan untuk mengatasi kekurangan air di musim kemarau dan banjir di musim hujan. Kemudian, pilar Ruang bertujuan mengatasi jarak antara sumber air dengan lokasi populasi.
Sementara pilar Jumlah dan Mutu memastikan ketersediaan volume air melalui teknologi desalinasi serta menjaga kualitas air dari pencemaran sungai.
Advertisement
75 Persen Sungai di Indonesia Alami Polusi
AHY menyoroti, 70 persen sungai di Indonesia saat ini mengalami polusi yang mengkhawatirkan. Tanpa penjagaan mutu yang ketat, sumber air yang ada tidak akan bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kehidupan.
Oleh karena itu, pengawasan terhadap limbah industri dan rumah tangga menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi 'Warung Jamu' ini.
Penerapan strategi ini juga melibatkan peran aktif riset nasional yang dipimpin oleh BRIN. AHY menginginkan kebijakan infrastruktur yang diambil pemerintah didasarkan pada data ilmiah dan inovasi anak negeri.
Advertisement
Pembangunan Bendungan Tepat Sasaran
Hal ini penting agar pembangunan bendungan atau jaringan pipa transmisi tepat sasaran dan berdaya guna tinggi bagi masyarakat luas.
"Seringkali kita terjebak dalam ilusi bahwa Indonesia sebagai negara maritim memiliki air yang melimpah, namun data menunjukkan bahwa tidak semua daerah memiliki kecukupan air setiap saat," ujar putra sulung Presiden ke-6 RI ini.
Di akhir paparannya, AHY menegaskan, strategi 'Warung Jamu' adalah bentuk nyata dari pengamalan Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan swasembada air.
Ia berharap, konsep ini dapat diimplementasikan hingga ke tingkat daerah. Keamanan air adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pangan nasional di tengah ketidakpastian iklim global.
"Dari sisi mutu, pengelolaan sampah dan limbah serta monitoring kualitas air harus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kesehatan masyarakat.