Percepat pendataan warga terdampak bencana Sumatra. Hal itu untuk memastikan bantuan sampai tepat waktu. Demikian ditegaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra Tito Karnavian.
Tito mengatakan ada beberapa hal yang bersifat teknis dalam upaya percepatan tersebut, oleh karena itu semua pihak terkait harus duduk bersama sehingga percepatan bisa segera terlaksana.
"Ada beberapa hal yang agak teknis yang ingin kita selesaikan. Oleh karena itu memang perlu duduk bersama," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/2).
Hal itu disampaikannya usai Rapat Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar) di Kantor Kemendagri, Jakarta.
Tito menggarisbawahi, pentingnya kecepatan pendataan agar penyaluran bantuan tidak terhambat. Pemerintah sendiri telah merancang berbagai skema bantuan untuk mendukung penyintas bencana, termasuk bantuan perbaikan rumah dan bantuan pembiayaan hidup.
Bantuan perbaikan rumah terbagi ke dalam tiga kategori yakni rumah rusak ringan mendapat bantuan Rp15 juta, rumah rusak sedang Rp30 juta, dan rumah rusak berat Rp60 juta. Bantuan itu disalurkan melalui BNPB setiap minggu.
Sementara bantuan pembiayaan hidup terdiri dari stimulus ekonomi sebesar Rp5 juta dan bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta bagi korban bencana, serta bantuan jaminan hidup sebesar Rp15.000 per hari.
Advertisement
Diharapkan Bantuan Segera Diterima
Tito berharap, bantuan ini dapat segera diterima oleh penyintas bencana. Sehingga penyintas bencana Sumatra tidak harus berpeluh dalam menjalani Ramadan.
Advertisement
Ajak BPS Validasi Data
Tito juga mengajak pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk bekerja sama dalam mempercepat proses validasi data. Dengan langkah ini, diharapkan seluruh bantuan dapat segera diterima oleh penyintas bencana di Sumatra, memudahkan mereka dalam proses pemulihan dan mempercepat pulihnya kehidupan mereka.
Rapat ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK) Pratikno, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. Seperti dikutip Antara.