Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan satu helikopter water bombing tambahan dari Rusia untuk membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Sebab, karhutla di provinsi ini makin meluas.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengungkapkan, helikopter tersebut masih dalam perjalanan menuju Palembang dan langsung dioperasikan begitu tiba. Helikopter itu menambah armada menjadi sembilan unit yang sebelumnya ada delapan unit helikopter, terdiri dari dua helikopter patroli dan enam helikopter water bombing.
"BNPB kirim satu heli asal Rusia ke Sumsel untuk operasi pemadaman karhutla," ungkap Sudirman, Rabu (19/8).
Penambahan armada itu menambah kekuatan udara dalam operasi pemadaman karena lokasi karhutla makin sulit dijangkau melalui darat dan menipisnya sumber air. Jika tidak ditangani, api makin membesar dan akan menimbulkan bencana asap.
"Cuma lewat udara yang mampu menanganinya jika titik api sulit dijangkau tim darat," kata Sudirman.
Sudirman menyebut karhutla di Sumsel sudah sangat tinggi sejak awal tahun. BPBD Sumsel mencatat terdapat 1.470 kejadian sejak 1 Januari hingga 18 Agustus 2026 dan masih sangat berpeluang bertambah seiring memasuki puncak musim kemarau.
"Tim darat terus beroperasi, tim udara juga dikerahkan semaksimal mungkin agar karhutla bisa ditangani," pungkas Sudirman.