Pemerintah Mobilisasi Aset Daerah Dukung Program Sekolah Rakyat, Targetkan Puluhan Ribu Siswa

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Dalam Negeri, menggalakkan program Sekolah Rakyat dengan memanfaatkan aset daerah guna memberikan pendidikan berkualitas gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemerintah Mobilisasi Aset Daerah Dukung Program Sekolah Rakyat, Targetkan Puluhan Ribu Siswa
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengoordinasikan pemerintah daerah untuk menyiapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, program pendidikan bagi anak-anak desil 1 dan 2, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. (AntaraNews)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengumumkan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan lokasi Sekolah Rakyat. Program ini merupakan inisiatif untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam pemerataan pendidikan nasional. Pemerintah berencana memaksimalkan penggunaan aset pemerintah daerah yang belum optimal untuk program prioritas ini.

Tito Karnavian menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri acara peletakan batu pertama kampus Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Sabtu (1/8). Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga turut menyalurkan bantuan kepada para guru dan siswa. Sekolah Rakyat ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin atau sangat miskin yang terdaftar dalam basis data pemerintah.

Tujuan utama program ini adalah membantu mereka membangun masa depan yang lebih baik melalui akses pendidikan berkualitas. Semua kampus Sekolah Rakyat mengadopsi konsep sekolah berasrama penuh. Setiap kompleks akan dilengkapi dengan ruang kelas, asrama, tempat tinggal guru, dan fasilitas olahraga yang memadai.

Pemanfaatan Aset Daerah untuk Akses Pendidikan Merata

Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat adalah upaya nyata pemerintah dalam memenuhi amanat konstitusi untuk menjamin kesempatan pendidikan yang inklusif. Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai penggagas program ini, yang merupakan manifestasi komitmennya terhadap pendidikan. Program ini bertujuan memastikan akses pendidikan berkualitas yang merata bagi seluruh anak Indonesia.

Tito Karnavian menjelaskan bahwa inisiatif ini menunjukkan pemahaman Presiden Prabowo yang tulus terhadap cita-cita para pendiri bangsa Indonesia. Dengan memanfaatkan aset-aset daerah yang selama ini kurang termanfaatkan, pemerintah dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan. Hal ini secara langsung mendukung keberlanjutan dan perluasan jangkauan program Sekolah Rakyat di berbagai wilayah.

Saat kunjungan di Biak Numfor, Mendagri juga menyerahkan 45 paket kebutuhan pokok kepada para guru dan 88 botol minum kepada siswa. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung kesejahteraan komunitas pendidikan. Distribusi bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban dan meningkatkan semangat belajar mengajar di lingkungan Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat: Konsep Asrama Penuh dan Peningkatan Kuota

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf sebelumnya melaporkan bahwa program Sekolah Rakyat telah beroperasi sejak Juli 2025 di 166 lokasi di seluruh Indonesia. Sebagian besar sekolah tersebut saat ini masih beroperasi sementara dengan menggunakan fasilitas pemerintah yang sudah ada.

Pemerintah telah memulai pembangunan kampus permanen Sekolah Rakyat di lebih dari 100 lokasi di seluruh negeri. Setiap kampus diproyeksikan mampu menampung antara 2.000 hingga 2.500 siswa. Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk menyediakan lingkungan belajar yang optimal dan berkelanjutan bagi para siswa.

Saifullah Yusuf menambahkan bahwa total jumlah siswa Sekolah Rakyat pada tahun lalu telah melampaui 15.000 orang. Mengingat tingginya minat dan kebutuhan, pemerintah memutuskan untuk meningkatkan kuota penerimaan siswa. Kuota penerimaan untuk tahun ini akan ditambah sebanyak 30.000 siswa.

Peningkatan kuota ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh pelosok Indonesia. Dengan demikian, lebih banyak anak dari keluarga prasejahtera dapat merasakan manfaat dari pendidikan gratis dan berkualitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi