Perumda Paljaya, bekerja sama dengan PAM Jaya, telah berhasil merampungkan revitalisasi fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) komunal di Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek ini berlokasi di RT 14 dan RT 15, RW 09, menandai langkah maju dalam upaya peningkatan sanitasi kota. Revitalisasi ini bertujuan utama untuk mencegah pembuangan limbah domestik langsung ke sungai atau kali, yang selama ini menjadi masalah lingkungan serius.
Pengerjaan proyek revitalisasi MCK Komunal Manggarai ini berlangsung selama dua bulan sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Fasilitas yang diperbarui kini dapat dimanfaatkan oleh sekitar 90 hingga 100 warga setempat. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih bersih dan sehat secara berkelanjutan.
Direktur Utama Perumda Paljaya, Untung Suryadi, menjelaskan bahwa revitalisasi ini merupakan yang pertama dilakukan Paljaya pada tahun ini melalui kolaborasi strategis. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, juga turut mengapresiasi penyelesaian proyek ini. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan sanitasi di ibu kota.
Advertisement
Advertisement
Solusi Cerdas Pengelolaan Limbah MCK Komunal Manggarai
Revitalisasi MCK Komunal Manggarai menghadirkan solusi inovatif untuk pengelolaan limbah domestik. Fasilitas MCK di RT 14 kini telah terintegrasi langsung dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Setiabudi. Integrasi ini memastikan bahwa seluruh buangan limbah dari MCK tersebut diproses secara terpusat dan tidak lagi mencemari lingkungan sungai.
Untuk area RT 15, yang belum terjangkau jaringan perpipaan IPAL, Perumda Paljaya menerapkan pendekatan berbeda. Mereka melakukan perbaikan dan pemasangan tangki septik Biopal. Tangki Biopal ini berfungsi sebagai IPAL mini yang efektif mengolah limbah di lokasi.
Direktur Utama Perumda Paljaya, Untung Suryadi, menjelaskan detail teknis implementasi ini. "Untuk RT 14, kami menanam pipa (sepanjang 200 meter)," kata Untung, memastikan koneksi ke IPAL Setiabudi. Sementara itu, untuk RT 15, ia menambahkan, "Jadi, kami menanam Biopal. Nanti pada periode tertentu, maksimal tiga tahun kami sedot". Ini menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi dan Manfaat Jangka Panjang bagi Warga
Revitalisasi MCK Komunal Manggarai ini merupakan hasil kolaborasi CSR yang kuat antara Perumda Paljaya dan PAM Jaya. Kemitraan ini menunjukkan sinergi antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Proyek ini membuktikan bahwa masalah sanitasi dapat diatasi melalui kerja sama lintas sektor.
Fasilitas MCK yang telah direvitalisasi ini dirancang untuk melayani kebutuhan sekitar 90 hingga 100 warga di kedua RT. Dengan adanya fasilitas yang memadai dan terkelola dengan baik, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam perilaku hidup bersih dan sehat. Untung Suryadi menekankan pentingnya perawatan fasilitas oleh warga.
Meskipun biaya penggunaan MCK ini terjangkau, yaitu Rp10 ribu untuk pemasangan awal dan Rp7 ribu per bulan, Untung Suryadi menegaskan bahwa ini adalah bentuk tanggung jawab. "Kalau gratis pasti enggak bertanggung jawab. Nanti ujungnya adalah jadi monumen," ujarnya. Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan keberlanjutan.
Advertisement
Advertisement
Aspirasi Warga dan Harapan untuk Jakarta yang Lebih Bersih
Permintaan revitalisasi MCK Komunal Manggarai ini sudah diajukan sejak tahun 2023, seperti disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh. Warga sebelumnya mengeluhkan kondisi MCK yang tidak lagi berfungsi optimal, sehingga perbaikan menjadi kebutuhan mendesak. Aspirasi ini menunjukkan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Nova Harivan Paloh mengapresiasi respons cepat dari Paljaya dan PAM Jaya dalam menindaklanjuti usulan warga. "Saya menyampaikan usulan saya ke Paljaya, PAM Jaya terkait bagaimana kita revitalisasi sama-sama (MCK). Alhamdulillah dalam beberapa waktu sudah dikerjakan Paljaya dan PAM Jaya," kata Nova. Ini menegaskan nilai kolaborasi antara warga, BUMD, dan perangkat wilayah.
Nova berharap bahwa di masa depan tidak ada lagi keluhan mengenai MCK yang rusak atau warga yang membuang limbah ke sungai. Ia memiliki visi untuk Jakarta sebagai kota global dengan sungai-sungai yang bening. "Saya berharap 10 tahun ke depan kita lihat kali atau sungai kita sudah bening. Tentu ini yang perlu kita kerja keras semuanya," pungkasnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews