Pemkot Jaksel Gencarkan Pembersihan Saluran PHB Alfa Indah Antisipasi Banjir Musim Hujan

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar kerja bakti pembersihan Saluran PHB Alfa Indah di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sebagai langkah antisipasi banjir menjelang musim hujan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Jaksel Gencarkan Pembersihan Saluran PHB Alfa Indah Antisipasi Banjir Musim Hujan
Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar kerja bakti pembersihan Saluran PHB Alfa Indah di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sebagai langkah antisipasi banjir menjelang musim hujan. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) baru-baru ini menggelar kegiatan kerja bakti besar-besaran. Kegiatan ini berfokus pada pembersihan lingkungan dan pengerukan saluran air penghubung (PHB) Alfa Indah. Lokasi kerja bakti ini berada di wilayah Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk antisipasi menghadapi potensi banjir yang kerap terjadi menjelang musim hujan. Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menekankan pentingnya wilayah Pesanggrahan dalam penanganan banjir di ibu kota. Oleh karena itu, wilayah ini menjadi titik awal dimulainya gerakan pembersihan lingkungan secara serentak.

Sebanyak 500 personel gabungan dari berbagai Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) lintas sektor turut diterjunkan. Mereka didukung oleh partisipasi aktif warga setempat untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan kegiatan ini.

Peran Strategis Pesanggrahan dalam Penanganan Banjir

Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menyatakan bahwa Kecamatan Pesanggrahan memiliki posisi yang sangat strategis. Peran vitalnya terletak dalam upaya penanganan permasalahan banjir di Jakarta. Oleh sebab itu, pelaksanaan kerja bakti ini dimulai dari wilayah tersebut.

Syafrin berharap, semangat gotong royong ini dapat ditularkan ke seluruh Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Jakarta Selatan. Dengan demikian, budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat terus berkembang. Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain untuk bergerak aktif.

Fokus utama kegiatan ini adalah Saluran PHB Alfa Indah, tepatnya di segmen Jalan Taman Alfa Indah. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, mengingat kondisi saluran yang membutuhkan perhatian serius. Upaya ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi musim hujan yang akan datang.

Fokus Pengerukan Sedimen Saluran PHB

Dalam peninjauannya, Wali Kota Syafrin Liputo menyoroti kondisi Saluran PHB Taman Alfa Indah yang memiliki panjang 403 meter. Saluran tersebut mengalami pembendungan sedimen yang cukup parah. Kondisi terparah ditemukan terutama di area bawah jembatan.

Syafrin menjelaskan, "Setelah kami cek, ternyata di bawah jembatan itu sedimennya sudah sangat masif dan menutup sebagian besar saluran, bahkan mencapai 90 persen." Kondisi ini tentu sangat menghambat aliran air dan berpotensi menyebabkan genangan. Pengerukan sedimen menjadi prioritas utama untuk mengembalikan fungsi saluran.

Mengingat saat ini masih dalam musim kemarau, Pemkot Jaksel bergerak cepat melakukan pengerukan. Tujuannya agar kapasitas tampung air dapat kembali optimal saat musim hujan tiba. Selain pengerukan saluran, kegiatan gotong royong ini juga mencakup pembersihan sampah di area permukiman sekitar. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Koordinasi Lintas Wilayah dan Imbauan Warga

Pemkot Jakarta Selatan tidak hanya berhenti pada pembersihan di satu titik. Mereka juga akan melakukan koordinasi erat dengan unsur dan wilayah terkait lainnya. Hal ini penting untuk memastikan penanganan banjir yang terintegrasi dan efektif.

Syafrin menambahkan, "Begitu pembersihan di titik ini selesai, kami berkoordinasi dengan rekan-rekan di Jakarta Barat untuk menyambung pengerukan ke arah hilir." Koordinasi ini bertujuan agar pergerakan air menjadi lancar. Aliran air diharapkan dapat menerus sampai ke pembuangan akhir tanpa hambatan.

Selain upaya fisik, Syafrin juga mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan. Ia secara khusus meminta warga untuk tidak membuang sampah ke dalam saluran air. "Kami meminta warga tidak menutup fungsi saluran, serta aktif melaporkan kendala drainase di lingkungannya," tutur Syafrin. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan upaya ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi