Pemerintah Indonesia akan segera memulai negosiasi perjanjian perdagangan komprehensif dengan Inggris melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk nasional di kancah global. Langkah tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan ekspor Indonesia di tengah dinamika ekonomi dunia yang terus berubah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengonfirmasi rencana penting ini saat ditemui di Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026. Beliau menekankan bahwa negosiasi CEPA ini adalah upaya proaktif pemerintah untuk menciptakan peluang pasar yang lebih besar. Proses negosiasi diharapkan berjalan efektif, memanfaatkan pengalaman Indonesia dalam menyepakati perjanjian serupa dengan mitra dagang lainnya.
Pengembangan kemitraan ekonomi ini tidak hanya bertujuan mempertahankan surplus perdagangan yang sudah ada, tetapi juga untuk membuka opsi pasar yang lebih luas. Melalui CEPA, bisnis Indonesia akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengoptimalkan ekspor. Hal ini sangat krusial untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Advertisement
Advertisement
Memperluas Akses Pasar Global Melalui Negosiasi CEPA
Rencana negosiasi CEPA dengan Inggris ini merupakan bagian integral dari strategi Indonesia untuk diversifikasi pasar ekspor. Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional dan membuka pintu bagi produk-produk Indonesia ke pasar-pasar baru yang potensial. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan harapannya agar proses negosiasi dapat berjalan lancar dan efektif, mengingat pengalaman Indonesia dalam menyelesaikan perjanjian serupa sebelumnya.
Tujuan utama dari kerja sama ini bukan sekadar mempertahankan surplus perdagangan yang saat ini dinikmati Indonesia dengan Inggris. Lebih dari itu, pemerintah menekankan pentingnya memperluas pilihan pasar bagi produk nasional. Akses pasar yang lebih luas melalui perjanjian perdagangan akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk mengoptimalkan ekspor mereka di tengah gejolak ekonomi global.
Negosiasi ini juga akan membahas kemungkinan pengurangan atau penghapusan tarif. Hasil akhir terkait tarif akan sangat bergantung pada kesepakatan bersama antara kedua belah pihak. Pemerintah berkomitmen untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Advertisement
Advertisement
Potensi Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Bilateral
Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Inggris menunjukkan potensi yang signifikan untuk ditingkatkan. Dari Januari hingga November 2025, total perdagangan kedua negara mencapai US$2,41 miliar. Angka ini mencakup ekspor Indonesia sebesar US$1,43 miliar dan impor sebesar US$973,20 juta, menunjukkan adanya surplus bagi Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Inggris di bawah UK–Indonesia Economic Growth Partnership (EGP) memiliki potensi untuk ditingkatkan menjadi CEPA. EGP saat ini berada pada tahap awal kerja sama dan dapat dikembangkan menjadi kerangka kerja yang lebih komprehensif melalui CEPA.
“Kerangka awal yang dikenal sebagai Economic Growth Partnership (EGP) telah ditandatangani. Langkah selanjutnya adalah mengangkatnya menjadi perjanjian yang berdiri sendiri,” jelas Airlangga Hartarto setelah menghadiri Indonesia Economic Summit (IEC) 2026 di Jakarta. Selain itu, Inggris juga telah berkomitmen investasi senilai sekitar £4 miliar, setara dengan Rp91,74 triliun, di Indonesia. Sektor maritim diharapkan memainkan peran kunci dalam realisasi investasi ini, termasuk pembangunan sekitar 1.500 kapal penangkap ikan dan pengembangan desa-desa nelayan di seluruh Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Harapan dan Tantangan dalam Negosiasi CEPA
Pemerintah Indonesia menaruh harapan besar pada negosiasi CEPA ini untuk menciptakan iklim perdagangan yang lebih kondusif. Proses negosiasi yang efektif dan efisien menjadi prioritas agar manfaat perjanjian dapat segera dirasakan oleh pelaku usaha. Tantangan utama akan terletak pada perundingan detail mengenai tarif dan hambatan non-tarif, yang memerlukan kesepahaman kuat dari kedua belah pihak.
Melalui CEPA, diharapkan akan tercipta kerangka kerja yang lebih stabil dan prediktif bagi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Inggris. Hal ini akan mempermudah perusahaan Indonesia untuk mengakses pasar Inggris dan sebaliknya, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Fleksibilitas yang diperoleh dari perjanjian ini akan memungkinkan bisnis Indonesia untuk lebih adaptif terhadap perubahan pasar global.
Kesepakatan yang dihasilkan dari negosiasi CEPA ini diharapkan tidak hanya menguntungkan dari sisi volume perdagangan, tetapi juga dari aspek diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah. Dengan demikian, Indonesia dapat semakin memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam rantai pasok global dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews