Menko Airlangga Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia-China, Fokus Investasi Digital dan Teknologi

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membahas penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-China, termasuk investasi digital dan teknologi, dalam serangkaian pertemuan penting di Shanghai.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menko Airlangga Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia-China, Fokus Investasi Digital dan Teknologi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membahas penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-China, termasuk investasi digital dan teknologi, dalam serangkaian pertemuan penting di Shanghai. (AntaraNews)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan serangkaian pertemuan penting di Shanghai, China, pada Jumat (17/7). Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat Kerja Sama Ekonomi Indonesia-China di berbagai sektor strategis. Airlangga didampingi oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo serta Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun.

Dalam agendanya, Menko Airlangga membahas sejumlah isu krusial dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao. Diskusi utama meliputi evaluasi Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani sebelumnya. MoU tersebut mencakup inisiatif "two countries twin park" yang berpotensi besar bagi kedua negara.

Selain itu, Airlangga juga mengadakan pertemuan dengan dua raksasa teknologi global asal China, Huawei dan ByteDance. Fokus pembicaraan adalah penjajakan investasi dan kolaborasi di bidang kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital, serta pengembangan talenta digital. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital Indonesia.

Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Bilateral

Menko Airlangga Hartarto mengungkapkan isi pembicaraannya dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao yang berlangsung pada Jumat (17/7) malam di Shanghai. Salah satu poin utama adalah evaluasi MoU antara Kementerian Perdagangan dan Kemenko Perekonomian, khususnya terkait konsep "two countries twin park". Konsep ini diharapkan dapat mendorong pengembangan kawasan industri di kedua negara.

Pembahasan juga menyentuh peningkatan kawasan industri di Batam, di mana perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ingin mendapatkan fasilitas setara KEK. MoU yang ditandatangani beberapa waktu lalu ini memiliki nilai investasi mencapai 2,5 miliar dolar AS. Pertemuan tersebut juga mengevaluasi kerja sama industri dan perdagangan, termasuk aspek digitalnya.

China merupakan salah satu mitra ekonomi utama bagi Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai 167,48 miliar dolar AS pada tahun 2025. Ekspor Indonesia ke China menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 16,7 persen. Jika digabungkan dengan Hong Kong, total nilai perdagangan Indonesia dengan Tiongkok dan Hong Kong mencapai 173 miliar dolar AS.

Investasi China di Indonesia pada periode yang sama mencapai sekitar 7,58 miliar dolar AS, sementara investasi dari Hong Kong mencapai 10,1 miliar dolar AS. Dengan demikian, total investasi dari Tiongkok dan Hong Kong di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 18 miliar dolar AS, menjadikannya sumber investasi asing terbesar bagi Indonesia.

Investasi dan Kolaborasi Teknologi dengan Raksasa Digital China

Selain pertemuan dengan Mendag China, Menko Airlangga juga bertemu dengan perwakilan dari Huawei dan ByteDance pada Jumat (17/7). Pertemuan ini berfokus pada peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-China di sektor teknologi. Diskusi mencakup potensi kolaborasi di bidang AI, pengembangan infrastruktur digital, serta peningkatan talenta digital dan investasi teknologi.

Dalam pertemuan dengan Huawei, Menko Airlangga menegaskan bahwa perusahaan tersebut adalah mitra strategis potensial untuk mendukung transformasi digital di Indonesia. Pembahasan meliputi investasi infrastruktur AI dan cloud, penguatan ekosistem talenta digital dan keamanan siber, akselerasi digitalisasi pemerintah dan UMKM, serta penerapan solusi energi hijau pada pusat data. Keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri WAICO semakin memperkuat harapan akan lompatan nyata dalam kerja sama teknologi ini.

Sementara itu, pada pertemuan dengan ByteDance, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi atas investasi strategis dan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. ByteDance, melalui Tokopedia dan TikTok Shop, dinilai telah memajukan ekosistem perdagangan digital nasional. Pemerintah Indonesia juga mendorong perluasan kolaborasi dengan ByteDance untuk mendukung internasionalisasi produk UMKM Indonesia agar dapat menjangkau pasar global. Airlangga turut mengundang ByteDance untuk mengeksplorasi kerja sama di bidang AI, termasuk Large Language Models (LLM), machine learning, dan generative AI.

Prospek dan Dampak Transformasi Digital Nasional

Kemitraan strategis dengan Huawei dan ByteDance, bersama dengan keikutsertaan Indonesia dalam WAICO, diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi. Kolaborasi ini juga bertujuan untuk menjembatani kesenjangan teknologi global atau "bridging the AI divide". Pada akhirnya, upaya ini akan menciptakan ekosistem ekonomi digital nasional yang lebih produktif dan berdaya saing.

Menko Airlangga menekankan bahwa Indonesia memiliki pasar digital yang besar dan talenta digital yang terus berkembang. Komitmen kuat pemerintah dalam membangun ekosistem AI yang inklusif menjadi daya tarik bagi investor. Ia mengundang ByteDance untuk mempertimbangkan pembentukan pusat riset AI dan pengembangan talenta digital di Indonesia. Hal ini akan membuka peluang inovasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Rencananya, Menko Airlangga akan melanjutkan agenda di Shanghai dengan bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Sabtu (18/7). Pertemuan ini diharapkan semakin mengukuhkan hubungan bilateral dan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-China di berbagai bidang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi