Pemprov Papua Barat Bangun SMA Taruna Kasuari di Lahan 20 Hektare, Targetkan Selesai 2027

Pemerintah Provinsi Papua Barat serius menggarap proyek Pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara di lahan seluas 20 hektare, bertujuan mencetak generasi muda berkualitas dan berdaya saing.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Papua Barat Bangun SMA Taruna Kasuari di Lahan 20 Hektare, Targetkan Selesai 2027
Pemerintah Provinsi Papua Barat menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara di Manokwari, wujudkan pendidikan unggulan bagi generasi muda daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memulai pembangunan sarana dan prasarana SMA Taruna Kasuari Nusantara yang baru. Lokasi pembangunan ini berada di lahan seluas 20 hektare di Kampung Dindey, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyatakan bahwa SMA Taruna Kasuari Nusantara sudah beroperasi sejak 2022. Namun, saat ini masih menggunakan fasilitas sementara Balai Latihan Kerja (BLK) sambil menunggu rampungnya pembangunan fisik.

Pembangunan ini merupakan upaya Pemprov Papua Barat untuk menyediakan sekolah unggulan. Tujuan utamanya adalah melahirkan generasi muda berkualitas, berdaya saing, dan memiliki disiplin tinggi di wilayah tersebut.

Progres Akuisisi Lahan dan Tahapan Pembangunan SMA Taruna Kasuari

Pemprov Papua Barat telah menyelesaikan pembayaran sebagian besar lahan pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara. Lahan seluas 20 hektare ini berlokasi di Kampung Dindey, Distrik Warmare, Manokwari.

Meskipun demikian, masih terdapat kekurangan pembayaran sekitar Rp2,907 miliar kepada sejumlah pemilik hak ulayat. Proses ini terus diupayakan agar seluruh tahapan berjalan lancar.

Pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Tahap awal fokus pada perencanaan dan pematangan lahan.

Target penyelesaian pematangan lahan ini adalah satu tahun, dengan harapan dapat rampung sebelum akhir tahun 2026. Ini menjadi fondasi penting sebelum konstruksi fisik dimulai.

Visi dan Target Penyelesaian Infrastruktur Pendidikan

Gubernur Dominggus Mandacan mengungkapkan bahwa pada tahun 2027, Pemprov Papua Barat akan melanjutkan pembangunan fisik gedung utama. Ini termasuk asrama, fasilitas olahraga, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

SMA Taruna Kasuari Nusantara diharapkan menjadi salah satu sekolah unggulan di Papua Barat. Sekolah ini dikelola langsung oleh pemerintah provinsi untuk memastikan kualitas pendidikan yang tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, menjelaskan bahwa Warmare dipilih karena merupakan distrik tertua di Manokwari. Pemilihan lokasi ini bertujuan agar sekolah dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Dengan daya tampung kurang lebih 1.000 siswa, SMA Taruna Kasuari Nusantara diproyeksikan menjadi pusat pendidikan yang signifikan. Pematangan lahan diupayakan rampung sebelum akhir 2026, diikuti pembangunan fisik.

Pentingnya Dukungan Masyarakat dan Aksesibilitas Proyek

Gubernur Mandacan sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat setempat agar seluruh proses pembangunan infrastruktur berjalan lancar. Dukungan ini krusial untuk penyelesaian tepat waktu.

Pemerintah provinsi juga akan menghitung anggaran untuk pembebasan jalan yang menjadi akses masuk utama ke SMA Taruna Kasuari Nusantara. Ini penting untuk memastikan kemudahan aksesibilitas.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pemalangan atau hambatan lainnya. Kerjasama komunitas akan mempercepat realisasi proyek strategis ini bagi pendidikan di Papua Barat.

Selain itu, Dowansiba menambahkan bahwa jika di wilayah perkotaan akan dibangun SMA Garuda, maka SMA Taruna di Warmare ini akan melengkapi pilihan pendidikan. Hal ini menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi