Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memulai pembangunan sarana dan prasarana SMA Taruna Kasuari Nusantara yang baru. Lokasi pembangunan ini berada di lahan seluas 20 hektare di Kampung Dindey, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyatakan bahwa SMA Taruna Kasuari Nusantara sudah beroperasi sejak 2022. Namun, saat ini masih menggunakan fasilitas sementara Balai Latihan Kerja (BLK) sambil menunggu rampungnya pembangunan fisik.
Pembangunan ini merupakan upaya Pemprov Papua Barat untuk menyediakan sekolah unggulan. Tujuan utamanya adalah melahirkan generasi muda berkualitas, berdaya saing, dan memiliki disiplin tinggi di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Progres Akuisisi Lahan dan Tahapan Pembangunan SMA Taruna Kasuari
Pemprov Papua Barat telah menyelesaikan pembayaran sebagian besar lahan pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara. Lahan seluas 20 hektare ini berlokasi di Kampung Dindey, Distrik Warmare, Manokwari.
Meskipun demikian, masih terdapat kekurangan pembayaran sekitar Rp2,907 miliar kepada sejumlah pemilik hak ulayat. Proses ini terus diupayakan agar seluruh tahapan berjalan lancar.
Pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Tahap awal fokus pada perencanaan dan pematangan lahan.
Advertisement
Target penyelesaian pematangan lahan ini adalah satu tahun, dengan harapan dapat rampung sebelum akhir tahun 2026. Ini menjadi fondasi penting sebelum konstruksi fisik dimulai.
Advertisement
Visi dan Target Penyelesaian Infrastruktur Pendidikan
Gubernur Dominggus Mandacan mengungkapkan bahwa pada tahun 2027, Pemprov Papua Barat akan melanjutkan pembangunan fisik gedung utama. Ini termasuk asrama, fasilitas olahraga, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
SMA Taruna Kasuari Nusantara diharapkan menjadi salah satu sekolah unggulan di Papua Barat. Sekolah ini dikelola langsung oleh pemerintah provinsi untuk memastikan kualitas pendidikan yang tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, menjelaskan bahwa Warmare dipilih karena merupakan distrik tertua di Manokwari. Pemilihan lokasi ini bertujuan agar sekolah dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Advertisement
Dengan daya tampung kurang lebih 1.000 siswa, SMA Taruna Kasuari Nusantara diproyeksikan menjadi pusat pendidikan yang signifikan. Pematangan lahan diupayakan rampung sebelum akhir 2026, diikuti pembangunan fisik.
Advertisement
Pentingnya Dukungan Masyarakat dan Aksesibilitas Proyek
Gubernur Mandacan sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat setempat agar seluruh proses pembangunan infrastruktur berjalan lancar. Dukungan ini krusial untuk penyelesaian tepat waktu.
Pemerintah provinsi juga akan menghitung anggaran untuk pembebasan jalan yang menjadi akses masuk utama ke SMA Taruna Kasuari Nusantara. Ini penting untuk memastikan kemudahan aksesibilitas.
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pemalangan atau hambatan lainnya. Kerjasama komunitas akan mempercepat realisasi proyek strategis ini bagi pendidikan di Papua Barat.
Advertisement
Selain itu, Dowansiba menambahkan bahwa jika di wilayah perkotaan akan dibangun SMA Garuda, maka SMA Taruna di Warmare ini akan melengkapi pilihan pendidikan. Hal ini menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Sumber: AntaraNews