Jalur Selatan Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan terputus sementara pada Minggu (11/1) setelah dua tiang listrik ambruk di ruas jalan Kecamatan Cibinong-Sindangbarang. Peristiwa ini menyebabkan lumpuhnya arus lalu lintas dari kedua arah dan pemadaman listrik di area terdampak.
Kepolisian Resor Cianjur bersama tim gabungan, termasuk dari PLN, segera bergerak cepat untuk menangani insiden ini. Mereka berkoordinasi untuk menyingkirkan tiang listrik dan material yang menutup badan jalan.
Insiden ini terjadi di Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, dipicu oleh pergeseran tanah setelah hujan deras dan angin kencang melanda wilayah selatan Cianjur sejak pagi hari. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kronologi dan Dampak Tiang Listrik Ambruk di Jalur Selatan Cianjur
Kapolsek Cibinong AKP Roni Romdon menjelaskan bahwa ambruknya dua tiang listrik milik PLN ini bermula dari hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah selatan Cianjur. Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan tanah di sekitar lokasi mengalami pergeseran signifikan.
Dua tiang yang berdekatan tersebut kemudian ambruk dan menutup landasan jalan, secara efektif memutus akses lalu lintas. Selain itu, ambruknya tiang listrik juga berdampak pada terputusnya aliran listrik bagi warga sekitar.
Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimpa saat kejadian. Hal ini karena arus lalu lintas sedang sepi ketika tiang-tiang tersebut roboh, sehingga potensi bahaya dapat diminimalisir.
Advertisement
Advertisement
Upaya Penanganan dan Imbauan Keselamatan di Jalur Selatan Cianjur
Petugas gabungan terus melakukan penanganan cepat untuk memastikan arus lalu lintas kembali normal secepatnya. Hingga Minggu siang, proses penanganan masih berlangsung dan tidak ada pengendara yang diizinkan melintas demi mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengendara untuk tidak melintas di area terdampak sampai penanganan tuntas dilakukan. Kewaspadaan tinggi juga diminta mengingat potensi adanya aliran listrik yang dapat membahayakan keselamatan.
Selain itu, pengendara juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Jalur Selatan Cianjur, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang. Jalur ini dikenal rawan bencana alam seperti longsor dan pohon tumbang.
Advertisement
Advertisement
Antisipasi Bencana dan Peningkatan Volume Kendaraan di Cianjur
Kapolsek Roni Romdon menegaskan bahwa sejumlah titik di sepanjang jalur utama selatan Cianjur memang rawan terjadi bencana alam. Longsor yang menutup landasan jalan dan pohon tumbang seringkali terjadi saat kondisi cuaca ekstrem.
Oleh karena itu, pengendara diminta untuk tetap waspada karena hujan deras disertai angin kencang masih diperkirakan terjadi sepanjang hari. Kondisi ini dapat memicu terjadinya bencana alam susulan yang membahayakan.
Petugas menargetkan penanganan jalur dapat tuntas menjelang malam hari agar arus lalu lintas dapat kembali normal dari kedua arah. Target ini menjadi prioritas mengingat volume kendaraan yang mulai meningkat menuju Cianjur seiring berakhirnya libur panjang sekolah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews