Banjir Bandang Jepara Terjang Sumberrejo, Ratusan Rumah Terdampak Dua Kali

Banjir Bandang Jepara melanda Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, merendam ratusan rumah warga sejak Kamis (8/1) hingga Sabtu (10/1) akibat luapan Sungai Tempuran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Bandang Jepara Terjang Sumberrejo, Ratusan Rumah Terdampak Dua Kali
Banjir Bandang Jepara melanda Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, merendam ratusan rumah warga sejak Kamis (8/1) hingga Sabtu (10/1) akibat luapan Sungai Tempuran. (AntaraNews)

Banjir bandang menerjang Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyebabkan ratusan rumah warga terdampak. Peristiwa ini terjadi sejak Kamis (8/1) hingga Sabtu (10/1) akibat meluapnya Sungai Tempuran setelah hujan dengan intensitas tinggi. Ketinggian air sempat mencapai 1,5 meter, merendam permukiman penduduk di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan bahwa banjir bandang di Desa Sumberrejo terjadi sebanyak dua kali. Intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu utama luapan air sungai yang signifikan. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

Kejadian pertama merendam Dukuh Tempur dan Dukuh Pendem pada Kamis malam, sebelum air surut pada Jumat dini hari. Banjir kedua kembali melanda pada Sabtu pagi, dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter di beberapa titik terdalam. Upaya penanganan darurat telah dilakukan untuk membantu warga yang terdampak bencana ini.

Kronologi dan Dampak Parah Banjir Bandang Jepara

Banjir bandang pertama kali terjadi pada Kamis (8/1) sekitar pukul 20.00 WIB, saat luapan Sungai Tempuran merendam wilayah Dukuh Tempur dan Dukuh Pendem. Air baru surut sepenuhnya pada Jumat (9/1) sekitar pukul 03.00 WIB, memberikan sedikit kelegaan bagi warga yang terdampak. Kejadian ini mengejutkan banyak warga yang tengah beristirahat di malam hari.

Namun, kondisi kembali memburuk pada Sabtu (10/1) mulai pukul 09.30 WIB, ketika banjir bandang Jepara kembali melanda kawasan tersebut. Ketinggian air sempat kembali naik sekitar pukul 13.00 WIB sebelum akhirnya berangsur surut secara perlahan. Pada kejadian kedua ini, ketinggian air tercatat mencapai sekitar 1 meter di titik terdalam, menunjukkan dampak yang signifikan.

Berdasarkan pendataan sementara BPBD Kabupaten Jepara, wilayah terdampak meliputi Dukuh Tempur dan Dukuh Pendem. Di Dukuh Tempur, banjir merendam rumah warga di RW 1 RT 1 sebanyak 11 keluarga dengan 31 jiwa, RW 1 RT 2 sebanyak 51 keluarga dengan 128 jiwa, RW 1 RT 3 sebanyak 33 kepala keluarga dengan 91 jiwa, serta RW 2 RT 1 sebanyak sembilan keluarga dengan 16 jiwa.

Sementara itu, di Dukuh Pendem, banjir berdampak pada RW 2 RT 2 dengan enam keluarga dan 14 jiwa, serta RW 2 RT 3 dengan 18 keluarga dan 55 jiwa. Selain itu, di wilayah bantaran sungai bawah RT 1 RW 3 tercatat empat keluarga dengan sekitar 40 jiwa turut terdampak banjir bandang Jepara ini, menambah jumlah total korban terdampak.

Respons Darurat dan Kebutuhan Logistik Mendesak

Sebagai upaya penanganan darurat, anggota PKK bersama kader Desa Sumberrejo segera membuka dapur umum di aula balai desa sejak Sabtu (10/1/2026) pukul 13.30 WIB. Dapur umum ini menyiapkan sekitar 200 nasi bungkus untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak banjir bandang Jepara. Inisiatif ini menunjukkan solidaritas kuat dari komunitas lokal.

Arwin Noor Isdiyanto menambahkan bahwa pada malam hari akan dikirim lagi 450 nasi bungkus, namun untuk esok hari (11/1) fokus bantuan akan dialihkan ke Desa Tempur, Kecamatan Keling. Kondisi air saat ini telah surut, tetapi cuaca di wilayah Desa Sumberrejo masih gerimis dan berpotensi hujan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.

Kebutuhan darurat saat ini adalah logistik makanan dan minuman bagi warga, karena sebagian besar warga tidak bisa melakukan aktivitas memasak. Perabot rumah tangga mereka terendam air, membuat persiapan makanan menjadi sulit di tengah kondisi darurat. Bantuan logistik sangat krusial untuk memastikan warga tetap mendapatkan asupan nutrisi yang memadai.

BPBD Kabupaten Jepara mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan sembari menunggu perkembangan kondisi cuaca selanjutnya. Kewaspadaan dini sangat penting untuk meminimalisir dampak yang lebih besar dan memastikan keselamatan seluruh masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi