Kemendikdasmen Latih Fasilitator Nasional Demi Percepatan Pencegahan Kekerasan di Sekolah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serius menekan angka kekerasan di lingkungan pendidikan. Pelatihan fasilitator nasional disiapkan untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan di sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang aman d

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemendikdasmen Latih Fasilitator Nasional Demi Percepatan Pencegahan Kekerasan di Sekolah
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serius menekan angka kekerasan di lingkungan pendidikan. Pelatihan fasilitator nasional disiapkan untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan di sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang aman d (AntaraNews)

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru-baru ini menggelar pelatihan penting di Jakarta. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Inisiatif ini melibatkan perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen dari seluruh Indonesia.

Langkah strategis ini diambil untuk menekan angka kasus kekerasan yang masih terjadi di sekolah-sekolah. Kemendikdasmen berupaya menyiapkan fasilitator nasional yang kompeten. Mereka akan memiliki perspektif kuat mengenai perlindungan anak dan budaya sekolah yang aman.

Pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi peserta didik. Visi "Pendidikan Bermutu untuk Semua" hanya dapat terwujud jika proses pembelajaran bebas dari segala bentuk kekerasan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penguatan Karakter (Kapuspeka) Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami.

Membangun Kapasitas Fasilitator Nasional Pencegahan Kekerasan di Sekolah

Pelatihan yang diselenggarakan Kemendikdasmen ini merupakan upaya konkret dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni. Para fasilitator ini akan menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan program pencegahan kekerasan di sekolah. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari ancaman.

Kapuspeka Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menyoroti tantangan era globalisasi saat ini. Informasi yang deras diterima anak-anak seringkali sulit difilter. "Saat ini banyak sekali tantangan, terutama di era globalisasi. Informasi begitu deras diterima oleh anak-anak kita, dan sering kali sulit untuk memfilter mana konten yang bermanfaat untuk penguatan karakter dan mana yang berbahaya," ujarnya.

Oleh karena itu, Rusprita menegaskan bahwa penguatan budaya sekolah yang aman dan ramah anak adalah prasyarat utama. Fasilitator yang kompeten menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini. Mereka akan membantu memastikan setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang positif.

Peran Berjenjang dalam Pencegahan Kekerasan dan Pembentukan Karakter

Isu kekerasan di lingkungan pendidikan memerlukan pendekatan yang komprehensif. Rusprita menekankan pentingnya peran berlapis dari berbagai pihak. Keluarga menjadi rumah pertama dan utama dalam membentuk karakter anak.

Selanjutnya, sekolah memiliki peran sebagai institusi pendidikan formal yang krusial. Masyarakat dan media juga merupakan ekosistem yang turut membentuk perilaku anak. Kolaborasi antara elemen-elemen ini sangat penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang positif.

Pelatihan ini diikuti oleh 132 peserta dari berbagai UPT Kemendikdasmen. Mereka berasal dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), serta Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) dan Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BPPMPV).

Rusprita berharap pelatihan ini akan memperkuat kapasitas peserta dalam memahami strategi pencegahan. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu mengetahui langkah respons dan penanganan yang tepat saat terjadi kasus kekerasan. Hasilnya, fasilitator nasional yang siap memberikan pengimbasan ke satuan pendidikan di wilayah masing-masing akan lahir.

Mewujudkan Lingkungan Pendidikan Aman dan Inklusif

Modul Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan menjadi instrumen penting. Modul ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaksana perlindungan anak. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan di seluruh Indonesia.

Peran orang tua dan guru juga sangat vital dalam membentuk kecakapan digital peserta didik. Mereka harus mampu membantu anak dalam mengakses dan memilah informasi di platform digital dan media sosial. Hal ini penting untuk melindungi anak dari konten berbahaya dan pengaruh negatif.

Dengan adanya fasilitator yang terlatih dan modul yang komprehensif, Kemendikdasmen optimis dapat menekan angka kekerasan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak. Lingkungan belajar yang kondusif adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang optimal anak bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi