Datangi Rumah Tetangga Bawa Parang, Lansia Malah Tewas Ditikam

Peristiwa itu terjadi di tempat kediaman pelaku di Desa Tebat Gabus, Kisam Tinggi, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, Sabtu (26/9) malam.

irwanto
Oleh irwanto - Reporter
Datangi Rumah Tetangga Bawa Parang, Lansia Malah Tewas Ditikam
<p>Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)</p>

Seorang pria berinisial IF (37), ditangkap kepolisian karena membunuh tetangganya, JH (65). Pembunuhan dilatarbelakangi perselisihan lama antara keduanya.

Peristiwa itu terjadi di tempat kediaman pelaku di Desa Tebat Gabus, Kisam Tinggi, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, Sabtu (26/9) malam. Saat istirahat, pelaku dikagetkan pintunya yang digedor seseorang dengan kuat.

Pelaku membuka pintu dan melihat korban berada di depan sambil memegang parang. Pelaku lantas masuk dengan maksud membangunkan istrinya. Namun korban malah masuk dan mengunci pintu terali lalu mengejarnya dan mengayunkan parang itu tetapi pelaku menghindar dan menangkis dengan tangan hingga terluka.

Pelaku lantas mengambil sebilah pisau. Begitu korban balik badan, pelaku menusukkan pisau itu ke arah korban membabi buta. Tusukan mengenai punggung dan telinga korban.

Keduanya lantas dilarikan ke rumah sakit namun korban tak dapat diselamatkan. Setelah mendapat perawatan, pelaku ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasatreskrim Polres OKU Selatan AKP Aston L Sinaga mengungkapkan, korban dan tersangka tinggal bersebelahan. Mereka sudah lama bertikai dan kerap terjadi cekcok mulut.

Sebelum kejadian, keduanya kembali ribut yang membuat korban mendatangi rumah pelaku untuk membuat perhitungan. Namun korban malah tewas di tangan tetangganya itu.

"Mereka tinggal bertetangga, persis bersebelahan. Pemicu pembunuhan karena dendam, sudah lama bertikai," ujar Aston, Selasa (29/9).

Dalam perkara ini, tersangka dijerat Pasal 466 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman 7 tahun penjara. Barang bukti disita sebilah pisau, parang, dan beberapa lembar pakaian yang digunakan saat kejadian.

"Kami masih dalami untuk mengungkap kronologi pasti kejadiannya," kata Aston.

Rekomendasi