Sido Muncul Apresiasi Permen ESDM, Nilai Penghapusan Batas 15% Pemanfaatan PLTS Atap sebagai Langkah Positif

Sido Muncul menyambut positif Permen ESDM terbaru yang menghapus batas 15% pemanfaatan PLTS atap.

nofie tessar
Oleh nofie tessar - Reporter
Sido Muncul Apresiasi Permen ESDM, Nilai Penghapusan Batas 15% Pemanfaatan PLTS Atap sebagai Langkah Positif
Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.), Irwan Hidayat memaparkan pencapaian bauran EBT di Sido Muncul yang semakin meningkat sejak tahun 2022. (2025 merdeka.com/Gilar)

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menyampaikan apresiasi terhadap terbitnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap On-Grid. Regulasi baru yang menghapus pembatasan pemanfaatan PLTS Atap maksimal 15 persen ini dinilai sebagai langkah positif yang membuka ruang lebih besar bagi industri untuk berkontribusi terhadap penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

Meski demikian, Sido Muncul menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah mengkritik pemerintah terkait kebijakan tersebut. Menurut Direktur Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, pemberitaan yang menyebutkan adanya kritik dari Sido Muncul adalah keliru.

“Saya ingin meluruskan. Ada pemberitaan yang menuliskan bahwa Sido Muncul mengkritik kebijakan pemerintah. Itu tidak benar. Saya tidak pernah mengkritik pemerintah. Bukan gaya saya mengkritik,” tegas Irwan.

Ia menjelaskan bahwa yang disampaikan internal perusahaan sebelumnya hanyalah penjelasan teknis terkait konsekuensi logis kebijakan energi.

“Kalimat yang diberitakan itu sebenarnya hanya penjelasan teknis dari bagian energi kami bahwa ketika insentif dihapus, investor PLTS mungkin akan berkurang. Itu wajar secara logika ekonomi, tetapi bukan kritik,” ujarnya.

Penghapusan Batas 15% Dinilai Langkah yang Baik untuk Industri

Sido Muncul melihat penghapusan pembatasan pemanfaatan PLTS Atap sebagai langkah maju. Dengan tidak adanya batasan 15 persen, industri kini memiliki keleluasaan lebih besar untuk memanfaatkan PLTS sesuai kebutuhan energi dan kemampuan investasinya.

Irwan menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh arah kebijakan pemerintah.

“Apa pun keputusan pemerintah, Sido Muncul mendukung. Pemerintah pasti punya alasan atas setiap kebijakan yang diambil,” ujarnya lagi.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Sido Muncul dalam mendorong penggunaan energi bersih secara nyata, bukan sekadar pernyataan.

Sido Muncul Sudah Menggunakan Energi Lebih Mahal Demi Lingkungan

Sido Muncul
Pabrik jamu modern Sido Muncul. 2025 merdeka.com/Tessar

Komitmen Sido Muncul terhadap energi ramah lingkungan tercermin dari keputusan strategis perusahaan sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, perusahaan memilih sumber listrik yang tarifnya lebih tinggi demi menggunakan energi yang lebih bersih.

“Tahun 2022 kami memakai listrik biru, lebih murah. Tahun 2023 kami beralih ke listrik PLN hijau yang harganya jauh lebih mahal. Kami lakukan ini bukan karena wajib, tetapi karena kami ingin menunjukkan komitmen terhadap lingkungan,” jelas Irwan.

Ia menambahkan bahwa keputusan ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam memilih energi bersih, bahkan ketika biaya yang dikeluarkan lebih tinggi.

“Kalau energi mahal saja kami pakai, apalagi energi yang bersih. Ini menunjukkan komitmen keseriusan kami pada sustainability,” imbuhnya.

Komposisi Energi Bersih Sido Muncul Mencapai 91%

Solar Panel
Ilustrasi solar panel. depositphotos.com/gyn9037

Sido Muncul saat ini telah menjadi salah satu industri dengan tingkat pemanfaatan energi terbarukan yang sangat tinggi.

Irwan merinci komposisi konsumsi energi perusahaan:

  1. Sekitar 60% berasal dari biomassa (limbah jamu yang diolah, mendekati zero waste),
  2. 3–4% dari PLTS atap,
  3. Total pemanfaatan EBT meningkat dari 2022 (69%) → 2023 (89%) → 2024 (91%).

Menurutnya, angka ini menunjukkan bahwa komitmen perusahaan terhadap energi terbarukan bukan sekadar narasi, tetapi dibuktikan melalui data nyata.

Meluruskan Salah Tafsir Soal “Kritik”

Irwan menegaskan kembali bahwa perusahaan tidak pernah mengeluarkan kritik kepada pemerintah terkait insentif PLTS atau kebijakan energi lainnya.

“Kami tidak pernah mengkritik pemerintah. Tidak ada satu pun pejabat kami yang mengeluarkan pernyataan kritik,” tegasnya.

Ia menyebut pemberitaan yang beredar kemungkinan berasal dari kesalahan tafsir.

“Apa yang diberitakan itu kemungkinan hanya tafsir atau salah ketik saat mengutip,” kata Irwan.

Dukung Penuh Langkah Pemerintah untuk Transisi Energi

Dengan penghapusan batas 15 persen pemanfaatan PLTS Atap, pemerintah memberikan ruang lebih luas bagi pelaku industri untuk memperbesar porsi energi hijau. Irwan menyatakan bahwa Sido Muncul siap beradaptasi dan terus meningkatkan penggunaan energi bersih demi masa depan lingkungan yang lebih baik.

“Kami ingin menjadi perusahaan yang peduli lingkungan, mengurangi emisi, menggunakan energi bersih, dan tidak menyalahkan pemerintah atas kebijakan apa pun,” ujarnya.

Baginya, arah kebijakan pemerintah selalu dipandang sebagai pedoman yang mendukung langkah perusahaan.

“Fokus kami sederhana, menjaga lingkungan dan mendukung apa pun langkah pemerintah,” tutur Irwan.

Rekomendasi