Gubernur Jateng Berikan Hunian Sementara untuk Korban Longsor Banjarnegara, Tersedia dalam 3 Hari

Saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemprov Jateng, TNI, dan Polri masih memetakan lokasi hunian sementara.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Gubernur Jateng Berikan Hunian Sementara untuk Korban Longsor Banjarnegara, Tersedia dalam 3 Hari
Gubernur Jateng Berikan Hunian Sementara untuk Korban Longsor Banjarnegara, Tersedia dalam 3 Hari (Merdeka.com)

Pemprov Jateng bakal menyediakan hunian sementara untuk korban terdampak longsor longsor yang ada di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara pada, Minggu (16/11). Penyediaan hunian sementara karena seluruh rumah warga terkena longsor.

"Hunian sementara sudah kita siapkan. Setelah itu baru hunian tetap, karena satu dusun terdampak. Ini bukan sekadar tempat tinggal, kebutuhan sandang, pangan, papan, dan pekerjaan warga harus dipikirkan bersama," kata Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.

Dalam kunjungannya, Gubernur memberikan semangat kepada ratusan warga pengungsi, setelah rumah mereka terdampak longsor besar pada Minggu siang. Gubernur memastikan hunian akan siap dalam tiga hari.

"Longsor dengan diameter sekitar 100 meter itu merusak puluhan rumah. Kejadian itu memaksa lebih dari 800 warga dievakuasi ke titik pengungsian," jelasnya.

Saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemprov Jateng, TNI, dan Polri masih memetakan lokasi hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana tersebut. 

"Kita doakan yang belum ditemukan agar segera diketemukan. Yang terpenting, semua warga harus berada di tempat aman. Jangan kembali ke rumah karena kondisi tanah masih labil,” jelasnya.

Area Longsor Berpotensi Bergerak

Dari hasil kajian petugas menunjukkan bahwa area longsoran masih berpotensi bergerak. Hingga kini, sekitar 30 rumah rusak dan 886 warga telah dievakuasi. Sementara itu, tim SAR gabungan masih mencari 26 warga yang belum diketahui keberadaannya.

"Ada 26 warga yang masih belum ketemu. Ini menjadi prioritas untuk ditemukan. Besok pagi 500 personel kita kerahkan untuk melanjutkan pencarian,” tegasnya.

Seorang warga bernama Etini mengatakan ingatannya masih jelas ketika tergopoh-gopoh menyelamatkan diri ke hutan dan menyaksikan tanah bergerak melumat rumah-rumah warga.

"Pas kejadian saya ke luar rumah, karena warga sudah berbondong-bondong menyelamatkan diri. Kami lari ke hutan terus akhirnya dievakuasi," kata dia.

Penanganan 4 Klaster

Sejak awal bencana, Pemprov Jateng telah membagi penanganan menjadi empat klaster. Klaster pengungsian, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Klaster logistik, mengatur alur pasokan makanan dan kebutuhan pokok. Klaster kesehatan, memberikan pelayanan kesehatan darurat, dan Klaster pendidikan, memastikan aktivitas belajar anak-anak SD, SMP, dan SMA tetap berjalan.

"Anak-anak tetap harus sekolah. Dinas Pendidikan sudah turun untuk memastikan kegiatan belajar tidak terhenti, meskipun sementara mereka berada di pengungsian," pungkas Ahmad Luthfi.

Rekomendasi