Fakta Unik: Peneliti Maritim UPI dan ISBI Bandung Apresiasi Gelaran Festival Pinisi ke-15 di Bulukumba

Empat peneliti seni budaya maritim dari UPI dan ISBI Bandung mengapresiasi Festival Pinisi XV di Bulukumba, Sulawesi Selatan, setelah meneliti Pinisi sejak 2017. Apa yang membuat mereka terkesan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Peneliti Maritim UPI dan ISBI Bandung Apresiasi Gelaran Festival Pinisi ke-15 di Bulukumba
Empat peneliti seni budaya maritim dari UPI dan ISBI Bandung mengapresiasi Festival Pinisi XV di Bulukumba, Sulawesi Selatan, setelah meneliti Pinisi sejak 2017. Apa yang membuat mereka terkesan? (AntaraNews)

Empat peneliti senior di bidang seni budaya maritim yang berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung memberikan apresiasi tinggi terhadap Festival Pinisi yang diselenggarakan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kedatangan mereka pada Minggu, 27 Oktober, merupakan bagian dari fokus penelitian yang telah berlangsung lama. Gelaran Festival Pinisi ke-15 ini berhasil menarik perhatian para akademisi dan peneliti dari berbagai institusi.

Yanti Heriyawati, salah seorang Peneliti Seni Budaya, menyatakan bahwa tema “Elaborasi Budaya untuk Pariwisata Berkelanjutan” pada Festival Pinisi XV menjadi daya tarik utama. Ia bersama rekan-rekan peneliti lainnya sengaja datang jauh-jauh dari Bandung untuk menyaksikan secara langsung seluruh rangkaian acara festival tersebut. Kunjungan ini sekaligus menjadi kelanjutan dari riset mendalam yang mereka lakukan.

Penelitian yang didanai oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini secara khusus mengkaji seni budaya maritim, dengan fokus utama pada perahu Pinisi. Tim peneliti telah memulai studi ini sejak tahun 2017, menunjukkan komitmen panjang mereka terhadap pelestarian dan pengembangan budaya bahari Indonesia. Kehadiran mereka di festival ini menjadi momen penting untuk observasi lapangan.

Penelitian Seni Budaya Maritim Pinisi Sejak 2017

Tim peneliti dari Bandung ini telah berdedikasi pada studi seni budaya maritim, khususnya perahu Pinisi, sejak tahun 2017. Penelitian ini didukung penuh oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan bertujuan untuk menghasilkan luaran yang signifikan. Salah satu tujuan utamanya adalah mendukung literasi budaya pesisir dan maritim di Indonesia.

Hasil dari penelitian ini tidak hanya berhenti pada laporan ilmiah, melainkan juga diwujudkan dalam bentuk karya seni pertunjukan maritim. Karya-karya tersebut telah berhasil dipentaskan di berbagai forum bergengsi. Beberapa di antaranya adalah acara Hari Maritim di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) serta Bandung Isola Performing Arts Festival (BIPAF).

Selama tiga tahun terakhir, tim peneliti memfokuskan studi mereka pada Festival Pinisi. Namun, kendala pandemi COVID-19 sempat menunda rencana mereka untuk hadir secara langsung di Bulukumba. Afri Wita, peneliti lainnya, mengungkapkan, “Kami niatkan sejak pandemi untuk datang langsung, tetapi waktunya terlewat terus. Alhamdulillah, tahun ini akhirnya kami bisa langsung menikmati Festival Pinisi.”

Antusiasme dan Kekayaan Budaya Festival Pinisi XV

Selama berada di Bulukumba, tim peneliti mengaku telah mengikuti hampir seluruh rangkaian acara Festival Pinisi XV. Mereka hadir mulai dari acara pembukaan yang meriah di Pantai Mandala Ria hingga berbagai kegiatan di Pantai Merpati. Pengalaman ini memberikan mereka wawasan langsung tentang kekayaan budaya lokal.

Beberapa acara yang diikuti termasuk Pemecahan Rekor MURI Minum Kopi dengan Gula Aren Peserta Terbanyak, sebuah kegiatan unik yang menunjukkan partisipasi masyarakat. Selain itu, mereka juga menyaksikan Launching Kapal Pinisi sebagai Café & Resto Terapung, yang menandai inovasi dalam pemanfaatan perahu tradisional. Seluruh rangkaian acara hingga malam penutupan tidak luput dari perhatian mereka.

Afri Wita menambahkan kesan mendalamnya, “Di festival kali ini hampir semua kami ikuti. Antusiasme masyarakat dan kekayaan budayanya sangat menginspirasi.” Pengalaman ini memperkaya data dan perspektif mereka dalam penelitian seni budaya maritim. Kehadiran para peneliti ini juga mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf, yang akrab disapa Andi Utta, beserta Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Andi Herfida Muchtar, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kunjungan para peneliti dari Bandung. Sambutan ini menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya penelitian dan pengembangan budaya maritim.

Harapan Bersama untuk Pengembangan Budaya Maritim

Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan harapan besar agar penelitian yang dilakukan oleh tim dari UPI dan ISBI Bandung dapat membawa dampak positif. Ia berharap hasil studi ini bisa berkontribusi signifikan bagi pengembangan budaya maritim di Bulukumba. Sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah diharapkan mampu mengangkat potensi lokal.

Di sisi lain, tim peneliti juga memiliki harapan terkait luaran karya seni mereka. Mereka berharap agar karya seni maritim tentang Pinisi yang telah mereka ciptakan dapat dipertunjukkan secara langsung pada Festival Pinisi di tahun-tahun mendatang. Hal ini akan menjembatani riset akademis dengan ekspresi seni budaya lokal.

Kolaborasi antara penelitian ilmiah dan pertunjukan seni budaya diharapkan dapat memperkaya Festival Pinisi di masa depan. Dengan demikian, festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tetapi juga platform untuk edukasi dan pelestarian warisan budaya Pinisi. Integrasi ini akan semakin menguatkan posisi Bulukumba sebagai pusat budaya maritim.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi