Fakta Anggaran Rp1 Miliar: NTB Siapkan Dana Perbaikan Infrastruktur Pascabanjir Wera-Ambalawi

Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan Rp1 miliar untuk **anggaran perbaikan banjir NTB** di Wera-Ambalawi, Bima. Dana ini prioritas pulihkan pertanian dan infrastruktur vital, membuat pembaca penasaran akan detailnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Anggaran Rp1 Miliar: NTB Siapkan Dana Perbaikan Infrastruktur Pascabanjir Wera-Ambalawi
Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan Rp1 miliar untuk **anggaran perbaikan banjir NTB** di Wera-Ambalawi, Bima. Dana ini prioritas pulihkan pertanian dan infrastruktur vital, membuat pembaca penasaran akan detailnya. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk perbaikan infrastruktur terdampak banjir bandang di Kecamatan Wera dan Ambalawi, Kabupaten Bima. Anggaran ini telah disiapkan dalam APBD Perubahan 2025.

Alokasi dana ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama DPRD setempat. Tujuannya adalah memulihkan kondisi pasca-banjir yang merusak sektor pertanian dan permukiman warga.

Perbaikan ini akan difokuskan pada infrastruktur pertanian seperti dam sabo dan normalisasi sungai. Diharapkan petani dapat segera kembali beraktivitas dan masyarakat terdampak dapat pulih.

Fokus Anggaran untuk Pemulihan Pertanian dan Infrastruktur

Anggota DPRD NTB Muhammad Aminurlah menjelaskan bahwa anggaran Rp1 miliar ini dialokasikan khusus untuk kerusakan akibat bencana. Dana tersebut masuk dalam APBD Perubahan 2025. Prioritas utama adalah membantu petani yang kehilangan akses irigasi akibat rusaknya infrastruktur penting.

Kerusakan dam sabo dan saluran irigasi menjadi perhatian serius. "Kita kasihan nasib petani. Bagaimana bisa ke depannya petani bisa lagi menanam lagi serta normalisasi sungai dan bronjongisasi," ujar Aminurlah. Perbaikan ini diharapkan dapat mengembalikan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Politikus dari Dapil VI Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Dompu ini menekankan bahwa perbaikan tahap awal ini sangat penting. Tujuannya agar petani dapat segera beraktivitas kembali setelah bencana. Anggaran ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk pemulihan cepat.

Haji Maman, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa DPRD dan Gubernur NTB memiliki komitmen kuat. Mereka berupaya memulihkan kondisi pasca-banjir, terutama sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. "Insyaallah di APBD 2026 akan diperbaiki dam yang rusak akibat bencana banjir," katanya.

Dampak Tragis Banjir Bandang Wera-Ambalawi

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Ambalawi dan Wera pada Februari 2025 meninggalkan duka mendalam. Di Ambalawi, 170 kepala keluarga (KK) dengan total 253 jiwa terdampak langsung. Sementara itu, di Kecamatan Wera, 79 KK dengan 218 jiwa juga merasakan dampak musibah ini.

Tragedi ini juga merenggut korban jiwa, dengan tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Lima jiwa lainnya masih dinyatakan hilang, menambah daftar panjang penderitaan. Kebutuhan akan tempat tinggal mendesak bagi tiga KK atau 12 jiwa yang rumahnya tidak dapat dihuni lagi.

Kerusakan fisik permukiman warga juga sangat signifikan. Di Ambalawi, 15 rumah mengalami rusak berat dan 79 rumah rusak ringan. Di Wera, tercatat 13 rumah rusak berat dan 181 rumah rusak ringan. Ini menunjukkan skala kerusakan yang luas akibat bencana.

Fasilitas publik juga ikut hancur. Sembilan jembatan rusak berat dan dua jembatan rusak ringan, memutus akses transportasi. Sektor pertanian dan pengairan lumpuh total, dengan tujuh bendung rusak berat dan 400 meter saluran irigasi jebol.

Langkah Strategis Pemulihan dan Harapan Masyarakat

Bantuan **anggaran perbaikan banjir NTB** ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur pertanian. Muhammad Aminurlah menyatakan bahwa bantuan ini juga ditujukan untuk masyarakat terdampak secara umum. Ini mencakup perbaikan permukiman dan fasilitas umum lainnya yang rusak.

"Ini untuk membantu masyarakat kita petani, perkampungan masyarakat yang mengalami banjir kemarin," jelasnya. Komitmen ini menunjukkan pendekatan holistik dalam penanganan pasca-bencana. Pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh aspek kehidupan masyarakat dapat kembali normal.

Dengan alokasi dana yang signifikan, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan efektif dan efisien. Perbaikan dam, normalisasi sungai, dan bronjongisasi akan menjadi prioritas. Langkah-langkah ini krusial untuk mencegah dampak serupa di masa mendatang dan melindungi masyarakat.

Masyarakat Wera dan Ambalawi menaruh harapan besar pada program perbaikan ini. Dukungan dari pemerintah provinsi diharapkan dapat mempercepat bangkitnya kembali ekonomi dan kehidupan sosial. Pemulihan ini adalah investasi penting untuk masa depan yang lebih tangguh.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi