Lomba pacuan kuda Bupati Cup 2026 di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, berhasil menarik perhatian ratusan peserta. Sebanyak 278 peserta dari seluruh Nusa Tenggara Barat turut ambil bagian dalam ajang tahunan ini. Acara berlangsung di Arena Pacuan Kuda Moyo Hilir pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Peningkatan jumlah peserta secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan animo masyarakat yang semakin tinggi terhadap olahraga tradisional ini. Ketua Panitia sekaligus Ketua Pordasi Kabupaten Sumbawa, Jabir, menyatakan bahwa tahun lalu jumlah peserta masih di bawah 200. Penyelenggaraan ini merupakan bukti nyata dukungan pemerintah daerah dalam melestarikan budaya lokal.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa Bupati Cup bukan sekadar kompetisi, melainkan wujud komitmen pemerintah daerah. Tujuannya adalah mempertahankan pacuan kuda sebagai olahraga dan tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat Sumbawa. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Partisipasi dan Dukungan Pemerintah
Ketua Panitia Lomba Pacuan Kuda Bupati Cup 2026, Jabir, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta mengalami peningkatan drastis. Jika pada tahun sebelumnya jumlah peserta belum mencapai 200, kini mencapai 278 peserta. Peningkatan ini menjadi indikator positif terhadap minat masyarakat pada tradisi pacuan kuda.
Jabir juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, khususnya Bupati Sumbawa, atas dukungan penuh yang diberikan. Dukungan ini dinilai krusial dalam mengembalikan geliat Arena Pacuan Kuda Moyo Hilir. Arena tersebut sempat tidak digunakan selama kurang lebih 12 tahun sebelum kembali aktif.
Lomba Pacuan Kuda Bupati Cup 2026 mempertandingkan 12 kelas yang berbeda. Pada hari pertama, dua kelas telah dilombakan, yaitu kelas TK dan OA. Panitia telah menyiapkan hadiah besar bagi para pemenang, mulai dari juara pertama hingga ketiga, serta berbagai hadiah menarik lainnya.
Advertisement
Advertisement
Melestarikan Tradisi dan Menggerakkan Ekonomi Lokal
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menekankan bahwa penyelenggaraan Bupati Cup memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga pacuan kuda sebagai olahraga sekaligus tradisi yang telah lama melekat pada masyarakat Sumbawa. Ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Pacuan Kuda Bupati Sumbawa Cup.
Setelah 12 tahun vakum, Arena Pacuan Kuda Moyo Hilir kini kembali berfungsi sebagai lokasi pacuan kuda. Pemerintah daerah bertekad agar kebangkitan ini tidak berhenti hanya pada satu atau dua acara. Bupati Jarot berjanji akan terus melakukan pembenahan, termasuk penanaman pohon dan penambahan fasilitas tribun.
Bupati menjelaskan bahwa pada musim hujan tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengerahkan ASN untuk menanam pohon di area arena. Meskipun penghijauan belum merata, sebagian besar tanaman tumbuh dengan baik. Upaya ini akan terus dilanjutkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan rindang.
Advertisement
Selain melestarikan tradisi dan mengembangkan olahraga, Bupati Jarot melihat potensi dampak ekonomi yang luas dari pacuan kuda. Kehadiran ratusan peserta, keluarga, kru, dan penonton dari berbagai daerah diyakini dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan ini di tahun-tahun mendatang.
Sumber: AntaraNews