Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat berkomitmen kuat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mereka secara aktif menyelenggarakan berbagai program pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meraih pekerjaan yang lebih baik.
Program pelatihan ini mencakup tiga bidang utama: barista, waiter/waitress, dan komputer, yang diikuti oleh total 66 peserta. Pelatihan ini digelar di berbagai lokasi seperti BLK Kalianda dan Aula Rimau, dengan jadwal yang telah ditetapkan pada bulan September 2025. Tujuannya adalah membekali para peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh industri.
Kepala Disnakertrans Lampung Selatan, Badruzzaman, menyatakan bahwa program ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil. Terutama di sektor pariwisata dan digital yang terus berkembang pesat di wilayah tersebut. Peningkatan kompetensi ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Peluang Baru di Sektor Pariwisata dan Digital
Badruzzaman menjelaskan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata di Lampung Selatan telah menciptakan banyak peluang kerja baru. Namun, peluang ini menuntut adanya tenaga kerja yang memiliki kompetensi spesifik, terutama dalam pelayanan. Oleh karena itu, pelatihan seperti barista dan waiter/waitress menjadi sangat relevan.
Selain sektor pariwisata, kebutuhan akan keterampilan digital juga terus meningkat di berbagai lini industri. Pelatihan komputer yang diselenggarakan menjadi jembatan bagi para peserta untuk menguasai teknologi. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan masyarakat Lampung Selatan siap bersaing di era digital.
Program Pelatihan Kerja Lampung Selatan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan keterampilan yang ada di pasar kerja. Dengan membekali masyarakat dengan keahlian yang diminati, pemerintah daerah berharap dapat menciptakan angkatan kerja yang lebih produktif. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Advertisement
Advertisement
Rincian Program Pelatihan dan Kolaborasi Strategis
Pelatihan komputer diselenggarakan selama satu bulan penuh di BLK Kalianda, melibatkan 16 peserta yang antusias. Sementara itu, pelatihan barista berlangsung selama lima hari, dari tanggal 21 hingga 26 September 2025, dengan total 30 peserta. Kedua jenis pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan praktis dan teori.
Untuk bidang pelayanan, pelatihan waiter atau waitress juga dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 29 September hingga 3 Oktober 2025. Sebanyak 20 peserta mengikuti program ini di Aula Rimau. Total keseluruhan peserta yang terlibat dalam ketiga program Pelatihan Kerja Lampung Selatan ini mencapai 66 orang.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kemasyarakatan, Yanny Munarwaty, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin. "Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara Disnakertrans, UPTD BLK Kalianda, dan LPK Institut Harapan Bangsa," ujarnya. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam pengembangan sumber daya manusia.
Advertisement
Yanny Munarwaty juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah langkah konkret untuk mencetak tenaga kerja profesional yang siap menghadapi tantangan. Sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan program peningkatan keterampilan ini.
Advertisement
Mencetak SDM Unggul dan Menekan Angka Pengangguran
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memiliki harapan besar terhadap program Pelatihan Kerja Lampung Selatan ini. Dengan adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia, diharapkan angka pengangguran dapat ditekan secara signifikan. Ini merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan di masyarakat. Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat membuka pintu menuju pekerjaan yang layak dan penghasilan yang stabil. Peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi fokus utama dari inisiatif ini.
Yanny Munarwaty menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan program semacam ini. "Jika konsisten dilakukan, Kabupaten Lampung Selatan akan melahirkan SDM unggul yang siap menghadapi tantangan dunia kerja," katanya. Ini menunjukkan visi jangka panjang pemerintah daerah dalam investasi SDM.
Advertisement
Melalui program pelatihan yang berkelanjutan, Pemkab Lampung Selatan berupaya menciptakan ekosistem kerja yang lebih kompetitif. Masyarakat yang terampil dan berdaya saing akan menjadi aset berharga bagi kemajuan daerah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Lampung Selatan.
Sumber: AntaraNews