Fakta Unik SD Negeri 013, Hanya Perlu Lengkapi 2 Poin Teknis untuk Jadi Model Sekolah Ramah Anak di Penajam

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengusulkan SD Negeri 013 sebagai model Sekolah Ramah Anak (SRA). Penilaian awal menunjukkan kesiapan tinggi, hanya butuh sedikit penyempurnaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik SD Negeri 013, Hanya Perlu Lengkapi 2 Poin Teknis untuk Jadi Model Sekolah Ramah Anak di Penajam
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengusulkan SD Negeri 013 sebagai model Sekolah Ramah Anak (SRA). Penilaian awal menunjukkan kesiapan tinggi, hanya butuh sedikit penyempurnaan. (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mengambil langkah maju dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik. Mereka secara resmi mengusulkan Sekolah Dasar (SD) Negeri 013 di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, sebagai lokus atau model pelaksanaan program Sekolah Ramah Anak (SRA) di wilayah tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain dalam menerapkan standar perlindungan dan kenyamanan bagi peserta didik.

Usulan penting ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara, Chairur Rozikin. Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) yang diterima pada Mei lalu. Kementerian PPPA meminta setiap daerah untuk mengusulkan sekolah yang siap menjadi lokus atau model pelaksanaan SRA.

SD Negeri 013 terpilih bukan tanpa alasan, melainkan karena dinilai memenuhi banyak indikator awal sesuai standar penilaian Kementerian PPPA. Sekolah ini dianggap sangat potensial untuk dijadikan percontohan program Sekolah Ramah Anak. Audit SRA terhadap sekolah tersebut bahkan telah dilakukan secara daring oleh tim dari Kementerian PPPA untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria yang ditetapkan.

Kriteria dan Potensi SD Negeri 013 sebagai Sekolah Ramah Anak

Proses penilaian terhadap SD Negeri 013 mencakup berbagai aspek krusial yang menunjang terwujudnya lingkungan pendidikan yang ideal. Aspek-aspek tersebut meliputi lingkungan fisik sekolah yang harus aman dan nyaman bagi anak-anak. Selain itu, penerapan nilai-nilai non-diskriminatif juga menjadi fokus utama, memastikan setiap anak diperlakukan setara tanpa memandang latar belakang.

Partisipasi aktif anak dalam berbagai kegiatan sekolah turut menjadi indikator penting dalam penilaian ini. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan belajar mereka. Hasil audit awal menunjukkan bahwa SD Negeri 013 sudah sangat siap, dengan hanya perlu melengkapi dua poin teknis kecil. Ini membuktikan komitmen sekolah dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak.

Chairur Rozikin menambahkan bahwa dalam jangka panjang, SD Negeri 013 diharapkan bakal menjadi rujukan penting bagi sekolah lain di Kabupaten Penajam Paser Utara. Sekolah-sekolah yang ingin mengembangkan konsep Sekolah Ramah Anak dapat belajar dari pengalaman dan praktik terbaik yang diterapkan di SD Negeri 013. Ini akan menciptakan efek domino positif bagi pendidikan di wilayah tersebut.

Tujuan dan Tantangan Program Sekolah Ramah Anak

Program Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan inisiatif nasional yang memiliki tujuan mulia untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif. Lingkungan ini harus aman, bersih, sehat, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. SRA dirancang untuk melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah.

Lebih dari itu, SRA juga berupaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari segi fisik, mental, maupun sosial. Program ini mendorong partisipasi aktif anak dalam kehidupan sekolah, memberikan mereka ruang untuk berekspresi dan berkontribusi. Dengan demikian, Sekolah Ramah Anak tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga wadah pengembangan karakter yang holistik.

Kepala SD Negeri 013 Penajam, Rusmala Wati, menegaskan komitmen seluruh warga sekolah untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak secara berkelanjutan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga konsistensi program dan memotivasi semua pihak terlibat. Pentingnya bukan hanya mendapatkan predikat, tetapi bagaimana budaya ramah anak benar-benar hidup dan terinternalisasi di sekolah setiap hari. Ini memerlukan upaya kolektif dan berkelanjutan dari semua elemen pendidikan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi