Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa menjaga demokrasi di Indonesia adalah tugas semua pihak. Prabowo mencontohkan, penjagaan keamanan di masyarakat bisa dilakukan oleh sesama warga sendiri dengan budaya seperti ronda hingga siskamling.
"Itu tugas kita bersama. Makanya juga saya kira Mendagri sudah menganjurkan dan saya juga menganjurkan kita kembali ke budaya kita ya kan. Ada pengamanan lingkungan masing-masing dulu dikenal ronda, ada yang dikenal apa itu, Siskamling, kentongan. Masing-masing mengamankan kalau ada orang-orang luar yang nggak jelas, yang mau menghasut segera laporan. Kalau perlu diusir, dicegatlah," ujar Prabowo dalam pertemuan di Hambalang yang turut dihadiri Pemred SCTV Retno Pinasti, Minggu (7/9).
Prabowo mengatakan, apabila indikasi pihak luar wilayah melakukn kekerasan atau pembakaran fasilitas umum maka warga setempat wajib menjaga. Sebab, dia menyebut semua gedung pemerintahan atau fasilitas dibiayai oleh negara.
"Tidak ada alasan untuk bakar-bakar, tidak ada perjuangan demokrasi dengan membakar lembaga-lembaga demokrasi, gedung-gedung demokrasi yang dibangun dengan uang rakyat. Gedung-gedung DPR itu dibangun dengan uang rakyat yang setengah mati kita kumpulkan," tegasnya.
Menurut Prabowo, pihak yang menjadi provokator untuk pembakaran adalah sosok yang tidak cinta Tanah Air. Dia memastikan pemerintah akn mendengar saran baik yang disampaikan tanpa kekerasan.
"Kalau ada saran monggo kita atasi bersama. Saya kira saya yang paling di depan melawan korupsi, saya paling depan yang ingin menyelamatkan uang rakyat, saya paling depan ingin penghematan," kata dia.
"Jadi itulah sikap saya. Tapi on the hold saya percaya dengan kekuatan bangsa kita. Kita pernah mengalami krisis-krisis yang banyak. Ini krisis buatan tapi kita akan atasi," kata Prabowo.
Advertisement
Prabowo: Aparat Harus Bertindak Proporsional, Pembuat Kerusuhan Harus Tanggung Jawab
Presiden Prabowo Subianto menegaskan aparat penegak hukum harus bertindak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dalam merespons kericuhan dalam aksi unjuk rasa. Hal tersebut disampaikan Prabowo merespons kejadian di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu lalu.
Dia menekankan pentingnya sikap proporsional dari petugas di lapangan. "Saya kira itu keharusan, bahwa semua petugas harus bertindak proporsional," kata Prabowo.
Menurutnya, pemerintah juga telah menunjukkan keseriusan dalam menindak aparat yang terbukti melanggar aturan. Sejumlah sanksi juga telah diberikan kepada aparat yang terbukti tak bekerja secara proporsional.
"Dan kalau tidak bertindak proporsional, petugas juga harus bertanggung jawab. Kita sudah buktikan, ada yang ditindak, ada yang diinvestigasi, bahkan kalau tidak salah sudah ada yang diberhentikan," ungkap Prabowo.
Prabowo menyebut, prinsip proporsionalitas penting diterapkan aparat demi menjaga kepercayaan publik. Dia menambahkan, setiap pelanggaran aparat tidak boleh dibiarkan, melainkan harus diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Advertisement
Aparat Hadapi Situasi yang Tidak Mudah
Namun demikian, Prabowo juga mengingatkan bahwa aparat menghadapi situasi yang tidak mudah, khususnya ketika berhadapan dengan aksi pembakaran yang disebutnya berbahaya dan mengancam keselamatan banyak orang.
"Gerakan bakar-bakar di seluruh dunia ini adalah gerakan yang sangat membahayakan, mengancam nyawa orang lain. Terbukti ada empat orang di Makassar, ASN, yang mati karena kebakaran," ucapnya.
Prabowo menyoroti kericuhan dan pembakaran gedung DPRD Makassar hingga memakan korban jiwa. Prabowo menyebut, jumlah korban tewas akibat demonstrasi yang berlangsung ricuh pun mencapai sepuluh orang, sehingga pihak yang memicu kericuhan juga harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa.
"Totalnya sepuluh ya? Iya, saya tahu. Tapi kan dia korban. Mereka mati dalam keadaan…, jadi siapa yang menimbulkan kerusuhan ini yang harusnya bertanggung jawab?" ucap Prabowo.