Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I kini tengah fokus menyiapkan berbagai infrastruktur penting guna menjaga ketahanan pangan di Provinsi Sulawesi Utara. Program ini merupakan bagian integral dari visi pemerintahan yang tertuang dalam Asta Cita kedua, yang secara khusus menekankan pada sektor ketahanan pangan nasional.
Kepala BWS Sulawesi I, Sugeng Harianto, menjelaskan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat mandat untuk menyediakan infrastruktur, terutama irigasi. Hal ini krusial dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Target awal pemerintah untuk mencapai swasembada pangan yang semula ditetapkan pada tahun 2027 telah dimajukan menjadi tahun 2025. Percepatan ini menuntut BWS Sulawesi I untuk secara kontinyu mempertahankan dan meningkatkan cadangan beras melalui berbagai kegiatan yang mendukung terwujudnya swasembada pangan.
Advertisement
Advertisement
Fokus Utama pada Irigasi dan Swasembada Pangan
Visi pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita kedua secara jelas menggarisbawahi pentingnya upaya percepatan menuju swasembada pangan. Kementerian Pekerjaan Umum, melalui BWS Sulawesi I, memegang peran vital dalam menyediakan infrastruktur dasar, khususnya sistem irigasi, yang merupakan tulang punggung produksi pertanian.
Sugeng Harianto mengungkapkan, "Berdasarkan rilis dari Kementan ada sebanyak empat juta ton beras menjadi cadangan Bulog, ini luar biasa, dan ini untuk pertama kali." Data ini menunjukkan kesiapan awal pemerintah dalam menghadapi target swasembada pangan 2025 yang semakin dekat.
Oleh karena itu, BWS Sulawesi I diminta untuk terus-menerus mempertahankan cadangan beras ini melalui kegiatan yang berorientasi pada pencapaian swasembada pangan. Ini mencakup berbagai inisiatif mulai dari peningkatan kapasitas, rehabilitasi, hingga pemeliharaan jaringan irigasi yang ada.
Advertisement
Sugeng menambahkan, "Tahun 2025 hampir semua kegiatan yang tidak terkait dengan swasembada pangan dilakukan efisiensi, direalokasi menjadi kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada kegiatan irigasi, baik itu peningkatan, rehabilitasi, maupun pemeliharaan." Kebijakan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memprioritaskan sektor pangan.
Advertisement
Lokasi Rehabilitasi dan Peningkatan Produksi Beras
Dalam upaya mendukung ketahanan pangan Sulawesi Utara, BWS Sulawesi I telah mengidentifikasi beberapa titik strategis untuk rehabilitasi daerah irigasi. Lokasi-lokasi ini termasuk di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara serta wilayah dataran Kota Kotamobagu, yang merupakan sentra pertanian penting di provinsi tersebut.
Rehabilitasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penyaluran air dan produktivitas lahan pertanian. Peningkatan infrastruktur irigasi yang memadai akan secara langsung berkontribusi pada peningkatan hasil panen petani lokal.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi beras oleh petani di Sulawesi Utara pada periode Januari hingga Desember 2024 tercatat mencapai 153,48 ribu ton. Angka ini merupakan peningkatan signifikan sebesar 14,67 persen, atau setara dengan 19,63 ribu ton, dibandingkan dengan produksi pada tahun 2023 yang hanya 133,86 ribu ton.
Advertisement
Sepanjang tahun 2024, produksi beras terbanyak di Sulawesi Utara terjadi pada bulan September, dengan angka mencapai 36,99 ribu ton. Pola serupa juga terjadi pada tahun 2023, di mana bulan September menjadi puncak produksi beras, mengindikasikan musim panen raya yang konsisten di wilayah ini.
Sumber: AntaraNews