Pemerintah telah menyiapkan layanan fast track untuk jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini, yang mengharuskan mereka bergerak lebih cepat. Hal ini kadang menyebabkan barang-barang jemaah menjadi tertinggal atau salah tempat.
Dari banyak laporan mengenai kehilangan atau barang yang tertinggal yang diterima oleh Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) Daker Madinah, kursi roda menjadi barang yang paling sering ditinggalkan di bandara, diikuti oleh tas koper dan ponsel.
Kasie Linjam Daker Madinah, M. Slamet, menjelaskan prosedur yang telah disiapkan oleh petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) untuk mengembalikan barang-barang yang tertinggal kepada pemiliknya.
Menurut Slamet, "Kita koordinasi dengan linjam di bandara, dikirim ke Daker Madinah, kemudian kita data, kita lihat ini dari embarkasi mana. Setelah kita data, kita sampaikan ke linjam sektor untuk mengambil barang-barang ini di Daker Madinah."
Selain itu, pihaknya juga membuat grup WhatsApp yang berisi daftar barang-barang yang tertinggal dan terdata di Daker Madinah. Selanjutnya, petugas linjam di sektor akan mengambil barang-barang jemaah tersebut dari tempat penyimpanan dan mengembalikannya kepada jemaah.
Jika ada jemaah yang merasa kehilangan, mereka dapat melaporkan kepada petugas linjam di sektor untuk membantu melacak barang tersebut.
"Alhamdulillah setiap harinya kita menerima barang-barang dari bandara. Itu setiap hari terambil selama ini, lancar," tambahnya.
Meski demikian, Slamet mengingatkan semua jemaah untuk lebih berhati-hati dalam menjaga barang bawaan mereka. Salah satu cara yang disarankan adalah dengan memberikan identitas pada setiap barang agar mudah dilacak siapa pemiliknya. Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak membawa barang-barang berharga secara berlebihan.
"Misalnya membawa uang Rp40 juta. Itu rawan, riskan karena kita di negara orang. Kita tidak tahu posisi di sini apa, beda dengan Indonesia," imbuh Slamet.
Advertisement
Kehilangan Barang di Masjid Nabawi
Selain di bandara, barang-barang milik jemaah juga sering kali tertinggal di Masjid Nabawi. Untuk mengatasi masalah ini, pihak terkait telah menugaskan beberapa petugas dari linjam sektor khusus Nabawi untuk memantau dan menjaga barang-barang jemaah yang tertinggal.
"Kalau ada laporan, kita koordinasi ke linjam sana agar mencari, menyisir. Mudah-mudahan apa yang dilaporkan jemaah bisa kita temukan," katanya.
Pengawasan terhadap barang-barang jemaah yang tertinggal sangat penting, terutama di tempat-tempat yang ramai seperti Masjid Nabawi. Dengan adanya petugas yang ditugaskan, diharapkan barang-barang tersebut dapat segera ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya.
"Kalau ada laporan, kita koordinasi ke linjam sana agar mencari, menyisir. Mudah-mudahan apa yang dilaporkan jemaah bisa kita temukan," ia menjelaskan. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jemaah yang beribadah di sana.
Advertisement
Jemaah haji Diminta Segera Laporkan Kehilangan
Ia mengajak semua jemaah untuk segera melaporkan kehilangan barang, baik kepada ketua rombongan maupun ketua kloter, sebelum mengklaim bahwa barang tersebut hilang. "Silakan laporkan ya biar barang itu segera kita temukan," ujarnya.
Untuk barang-barang jemaah yang belum diambil oleh pemiliknya hingga akhir musim haji, petugas berencana menyimpannya selama periode tertentu atau mewakafkannya kepada pihak yang membutuhkan jika pemilik tidak kunjung mengambilnya.
"Barang itu masih menjadi tanggung jawab kami. Jika terpaksa kami bawa kembali ke Indonesia, kami akan melakukannya. Siapa tahu nanti ada jemaah kita di Indonesia yang merasa kehilangan, dan nanti akan kami serahkan di sana," tambahnya.