Penjelasan BMKG Penyebab Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Kaimana Papua Barat

Gempa bumi ini merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Terera-Aiduna.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penjelasan BMKG Penyebab Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Kaimana Papua Barat
ilustrasi gempa. ©2020 Merdeka.com

Gempa tektonik mengguncang wilayah Laut Banda, Kaimana, Papua Barat, Sabtu (29/4) pukul 01.12.55 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo 5,6.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,74° Lintang Selatan ; 133,93° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 Kilometer arah Tenggara Buruway, Kaimana, Papua Barat pada kedalaman 16 Kilometer.

Jenis dan Mekanisme Gempa

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Terera-Aiduna.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Gempa bumi ini merupakan susulan gempa Laut Banda dengan Magnitudo 6,0. Hingga pukul 01.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya lima aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Dampak Gempa

Sementara itu, berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Buruway, Kaimana dengan skala intensitas III - IV MMI. Artinya apabila pada siang hari getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini Tidak berpotensi Tsunami," kata Daryono dalam keterangannya.

Rekomendasi

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Rekomendasi