Selain Tangani Kebakaran, Petugas Damkar Yogyakarta juga Evakuasi Ratusan Hewan Liar

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta tidak cuma bertugas memadamkan kebakaran. Terbukti sejak awal musim hujan, petugas mengevakuasi ratusan hewan liar yang masuk rumah warga.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Selain Tangani Kebakaran, Petugas Damkar Yogyakarta juga Evakuasi Ratusan Hewan Liar
Ilustrasi. ©2021 Merdeka.com

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta tidak cuma bertugas memadamkan kebakaran. Terbukti sejak awal musim hujan, petugas mengevakuasi ratusan hewan liar yang masuk rumah warga.

"Kasus terakhir yang kami tangani adalah dua ekor musang masuk rumah warga," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat di Yogyakarta, Minggu (23/10). Dikutip dari Antara.

Hingga September 2022, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan telah melakukan evakuasi 177 sarang tawon, 55 kali evakuasi ular dan biawak, penyelamatan kucing dan anjing 42 kali, pelepasan cincin 56 kali, serta penanganan 42 kasus kebakaran di dalam Kota Yogyakarta dan 51 kali membantu penangan kebakaran di luar Kota Yogyakarta.

Sedangkan untuk Oktober, petugas setidaknya sudah melakukan evakuasi 10 ular, satu biawak, dan dua musang.

Menurut dia evakuasi musang liar yang masuk ke rumah warga baru pertama kali dilakukan dan kasus tersebut cukup janggal karena ada musang di lingkungan perkotaan yang padat penduduk.

"Dimungkinkan kejadian tersebut ada kaitannya dengan kondisi lingkungan tempat musang tersebut tinggal. Bisa saja karena banjir dan kondisi lainnya sebagai dampak cuaca ekstrem dan banyak ekosistem yang rusak sehingga musang liar masuk ke rumah," bebernya.

Sebelumnya, hewan liar yang kerap dievakuasi oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta karena masuk rumah warga adalah ular dan biawak.

"Di musim hujan, evakuasi hewan liar yang paling sering dilakukan adalah ular masuk rumah warga. Kebanyakan adalah ular tidak berbisa tetapi masyarakat tetap harus waspada," tuturnya.

Sedangkan untuk biawak, kata dia, dimungkinkan terjadi karena biawak adalah pemangsa telur ular. "Musim hujan adalah waktunya ular bertelur. Makanya, muncul biawak yang memakan telur-telur tersebut," katanya.

Permukiman warga yang berada di bantaran sungai menjadi lokasi yang dinilai cukup rawan terjadi kasus hewan liar masuk rumah. "Bisa saja hewan liar tersebut, ular, terbawa arus sungai dari arah hulu saat hujan lebat dan masuk ke permukiman warga,” sebut Octo.

Hewan liar yang dievakuasi kemudian akan dipelihara atau diberikan ke komunitas pecinta reptil, atau dilepasliarkan di lokasi yang aman dan jauh dari permukiman.

Rekomendasi