Mendikbud: Saya Mulai Biasakan Anak-anak untuk Sama Sekali Tak Gunakan Plastik

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Pendidikan Tinggi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyoroti isu kehidupan pasca pandemi Covid-19. Hal itu diungkap dalam acara Kick Off G20 on Education and Culture yang dilangsungkan secara daring dan luring, Rabu (9/2).

Rita
Oleh Rita - Reporter
Mendikbud: Saya Mulai Biasakan Anak-anak untuk Sama Sekali Tak Gunakan Plastik
Mendikbudristek Raker dengan Komisi X DPR. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menyoroti isu kehidupan pasca pandemi Covid-19. Hal itu diungkap dalam acara Kick Off G20 on Education and Culture yang dilangsungkan secara daring dan luring, Rabu (9/2).

Nadiem mengatakan, kehidupan pasca pandemi harus dibangun konsep berdampingan dengan alam. Di mana kehidupan generasi saat ini tidak merusak warisan alam untuk generasi selanjutnya.

"Sehingga anak-anak kita di masa depan masih tetap bisa hidup berdampingan dengan alam. Saya sekarang sudah mulai memberi contoh dan membiasakan anak-anak saya untuk sama sekali tidak menggunakan plastik di rumah dan mengurangi sampah," ujar Nadiem.

Generasi saat ini, kata Nadiem, juga harus belajar untuk mencintai alam semesta. Kecintaan pada alam, menurutnya telah diajarkan generasi leluhur lewat beragam bentuk, mulai warisan budaya sampai kearifan lokal.

"Inilah yang menjadi tujuan utama rangkaian kegiatan kebudayaan yang melibatkan penggerak budaya Indonesia serta negara-negara G20 menuju Ministerial Meeting on Culture, yaitu mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan dengan kembali ke akar budaya," kata dia.

Pada kesempatan itu, Nadiem juga turut mengungkap kelebihan kurikulum yang digagas pada eranya, yakni Kurikulum Prototipe. Kendati saat ini Kurikulum Prototipe bukanlah pilihan wajib yang harus diterapkan oleh sekolah.

Nadiem bilang bahwa Kurikulum Prototipe membuat pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan. Karena kurikulum ini berfokus pada materi yang esensial dan relevan dengan kondisi yang ada.

"Sehingga membantu kita mencapai empat tujuan prioritas dari Education Working Group, yaitu pendidikan universal yang berkualitas, teknologi digital dalam pendidikan, solidaritas dan kemitraan, serta dunia kerja pasca-Covid-19," tandasnya.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi