Keterisian RS Tembus 70 Persen, Wisma Atlet JSC Palembang Dibuka Bagi Pasien Covid-19

Wisma Atlet di komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang difungsikan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19. Hal ini dilakukan karena terjadi peningkatan Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit yang mencapai 70 persen.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Keterisian RS Tembus 70 Persen, Wisma Atlet JSC Palembang Dibuka Bagi Pasien Covid-19
ruang isolasi di Wisma Atlet Jakabaring. ©2020 Merdeka.com

Wisma Atlet di komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang difungsikan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19. Hal ini dilakukan karena terjadi peningkatan Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit yang mencapai 70 persen.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, wisma atlet yang disiapkan sebanyak tiga tower dengan total 567 kamar. Untuk sementara, pihaknya baru mengoperasikan satu tower wisma atlet untuk berjaga-jaga mengantisipasi tingginya pasien Covid-19 di rumah sakit.

"Besok atau sebelum lebaran, satu wisma atlet di JSC akan dibuka, hari ini disiapkan dulu. Ini untuk berjaga-jaga," ungkap Deru, Selasa (11/5).

Dikatakan, tingkat BOR di Palembang sudah mencapai 70 persen atau di atas angka standar yang ditentukan WHO. Selain terjadi peningkatan kasus, BOR tersebut juga akibat Pemkot Palembang yang mengurangi jumlah tempat tidur di setiap rumah sakit dengan total hanya 700 tempat tidur.

"Tadi malam saya minta Wali Kota Palembang untuk mengembalikan fungsi bed ke semula. Kalau bednya ditambah maka BOR Palembang jadi 40 persen," ujarnya.

Epidemiolog Universitas Sriwijaya Palembang Iche Andriyani Liberty sebelumnya menjelaskan, jumlah BOR di Sumsel selama sepekan meningkat dari 55 persen menjadi 58 persen akibat adanya kenaikan mobilitas masyarakat terutama setelah Paskah dan awal Ramadan.

Kenaikan BOR diikuti juga meningkatnya angka kematian Covid-19 mencapai 4,93 persen melebihi angka nasional 2,7 persen, angka kesembuhan mencapai 88,14 persen masih lebih rendah dibanding nasional 91,5 persen, dan angka sebaran kasus di atas 30 persen.

"Pemerintah harus mengantisipasi lonjakan kasus, angka itu perlu diwaspadai bersama," kata dia.

Rekomendasi