Usai Dianiaya Ayah Pasien, Perawat RS Siloam Sempat Ingin Berhenti Kerja

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Selatan Subhan Haikal mengungkapkan, pada saat awal dirawat Christina sempat menyatakan ingin berhenti sebagai perawat.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Usai Dianiaya Ayah Pasien, Perawat RS Siloam Sempat Ingin Berhenti Kerja
Potongan video diduga penganiayaan perawat di Palembang. Istimewa

Trauma berat dialami perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Christina Ramauli (28) usai menjadi korban penganiayaan oleh Jason Tjakrawinata (38) yang tak lain adalah ayah pasien yang dirawatnya. Dua psikolog ditugaskan khusus memberikan pendampingan terhadapnya.

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Selatan Subhan Haikal mengungkapkan, pada saat awal dirawat Christina sempat menyatakan ingin berhenti sebagai perawat. Hal itu disampaikan korban berkali-kali kepada rekan-rekannya saat menjenguk di ruang perawatan.

"Karena trauma berat, dia sempat ingin berhenti menjadi perawat. Alhamdulillah sekarang sudah bisa tersenyum setelah ada pendampingan dua psikolog," ungkap Subhan, Senin (19/4).

Subhan menyebut bekerja di RS tersebut selama enam tahun. Dia dikenal perawat yang profesional dan tidak pernah dikenakan sanksi karena melakukan pelanggaran kode etik profesi keperawatan.

"Dia sudah bekerja enam tahun, namanya bagus dan belum ada di-black list. Dia profesional," kata dia.

Lagi pula, sambung Subhan, RS sekelas Siloam yang berpredikat RS swasta ternama tidak bakal mempekerjakan perawat yang di luar kriteria. RS Siloam tentunya akan menjaga nama baik karena sangat bergantung pada kepercayaan publik.

"RS Siloam pasti melakukan seleksi perawat yang cukup ketat, tidak sembarang orang kerja di sana," tegasnya.

Rekomendasi