Kasus Covid-19 di Sumatera Selatan meningkat drastis sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, Kota Palembang kini statusnya kembali menjadi zona merah.
Koordinator Tim Ahli Satuan Tugas Covid-19 Sumsel Edward Juliartha menilai peningkatan kasus tersebut tak lain disebabkan semakin menurunnya tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan semakin menurun. Padahal, sejauh ini sosialisasi dan supervisi gencar dilakukan pemerintah.
"Ini sudah berbicara soal disiplin. Sudah semaksimal mungkin kita sampaikan, tapi nyatanya kedisiplinan masyarakat belum maksimal, malah kian menurun," ungkap Edward, Rabu (16/12).
Menurut dia, kesimpulan tersebut bukan hanya teori tetapi fakta di lapangan. Dia sendiri sering menyaksikan masyarakat di tempat umum dan keramaian tidak menjalankan 3M atau memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sesuai anjuran protokol kesehatan.
"Kita tegur untuk prokes, tapi justru yang ditegur lebih galak dari tim satgas. Ini masalahnya," ujarnya.
Dia berharap masyarakat kembali menerapkan anjuran pemerintah secara ketat untuk menekan penyebaran kasus. Dia mengingatkan juga tidak mengisi libur Natal dan Tahun Baru dengan liburan yang melibatkan banyak orang.
"Kami minta tidak ada kegiatan kerumunan saat perayaan tahun baru. Hotel-hotel juga perketat prokes bagi tamunya," katanya.
Berdasarkan data Dinkes Sumsel per 15 Desember 2020, jumlah kasus Covid-19 di provinsi itu sebanyak 10.405 orang. Sebanyak 8.648 pasien diantaranya sembuh (83,09 persen) dan 564 orang meninggal (5,42 persen). Sementara di Palembang pada periode yang sama, kasus positif sebanyak 4.708 orang. Sebanyak 3.681 pasien sembuh dan 256 orang meninggal dunia.