Kabar duka datang dari Presiden ketiga RI, BJ Habibie. Suami mendiang Hasri Ainun itu tutup usia pukul 18.05 WIB, setelah beberapa hari dirawat di RSPAD, Jakarta Pusat, Rabu (11/9).
Indonesia pun berduka. Pria yang biasa disapa eyang itu kini telah tenang menyusul istri tercinta.
Perjalanan hidup Habibie tak bisa dilepaskan dari kisah hidupnya dengan sang istri, Ainun. Kesetiaan dan cinta keduanya menjadi inspirasi buat pasangan lainnya. Berikut romantisme cinta Habibie dengan Ainun:
Advertisement
Habibie-Ainun Kenalan Saat Usia 12 Tahun
Habibie mulai mengenal Ainun saat berusia 12 tahun. Saat itu mereka masih bersekolah. Habibie sering dijodoh-jodohkan oleh Ainun. Namun dia tak tertarik pada Ainun saat itu.
Setelah lulus SMA, Habibie memilih berkuliah di luar negeri. Namun saat Habibie pulang ke Indonesia, dia bertemu Ainun. Betapa terkejutnya Habibie saat melihat penampilan Ainun yang berubah.
Advertisement
Pacaran dan Menikah
Dahulu saat masih sekolah dan dijodoh-jodohkan, Habibie melontarkan candaan dengan menyebut Ainun sebagai gula jawa. Namun setelah lama tak bertemu dan akhirnya berjumpa, Habibie menyebut Ainun seperti gula pasir.
Setelah keduanya sama-sama tertarik, akhirnya berpacaran. Kedekatan keduanya membuat Habibie yakin dengan Ainun.
Habibie resmi menikahi Ainun pada 12 Mei 1962. Dari pernikahannya dikaruniai dua putra, Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Advertisement
Setia Sepanjang Usia
Habibie dan Ainun saling mendukung pada masa-masa sulit. Saat Habibie mendapat masalah pada masa kepemimpinan Soeharto dan saat Ainun divonis kanker ovarium. Kebahagiaan mereka kembali diuji saat Ainun meninggal dunia pada Mei 2010. Bahkan selama Ainun dirawat di Jerman, Habibie sangat setia mendampingi.
Hingga akhir hayatnya, Habibie masih terus setia dengan Ainun. Dengan cara mendoakan dan selalu mengunjungi makam Ainun dengan membawa bunga sedap malam, bunga kesukaan Ainun. Bahkan, Habibie selalu menaruh hijab Ainun di bawah bantalnya setiap tidur.
Selamat jalan eyang Habibie. Kisahmu akan selalu abadi di hati anak bangsa.