Semangat Kabasarnas di tengah pengharapan keluarga korban Lion Air jatuh

Syaugi bercerita saat pertama kali bertemu keluarga korban. Sebagai manusia biasa, dia sangat mengerti kesedihan keluarga korban yang ditinggalkan. Namun pertemuan dengan keluarga korban dia manfaatkan untuk mengobrol satu lain. Sehingga terciptanya saling keterbukaan antara Basarnas dan keluarga.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Semangat Kabasarnas di tengah pengharapan keluarga korban Lion Air jatuh
Evaluasi Pencarian Korban Lion Air PK-LQP. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI, M Syaugi, sudah dua kali bertatap muka dengan keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. Pertama saat evaluasi kemarin dan hari ini, saat doa bersama di Tanjung Karawang.

Dia menyebut pertemuan dengan keluarga korban dimanfaatkan untuk mengobrol satu lain. Sehingga terciptanya saling keterbukaan antara Basarnas dan keluarga.

"Saya ajak ngomong semua, itu menunjukkan bahwa saya terbuka dan supaya mereka tahu apa yang dikerjakan tim SAR gabungan ini," kata Syaugi di atas KRI Banjarmasin, Selasa (6/11).

Dia menjelaskan, pertemuan pertama lebih menjelaskan kinerja tim gabungan selama sepekan. Selanjutnya, peninjauan secara langsung ke lokasi jatuhnya pesawat.

Syaugi mengakui, besar harapan dari keluarga agar tim SAR gabungan bisa mengevakuasi korban. Harapan itu akan coba diwujudkan.

Dia kemudian bercerita saat pertama kali bertemu keluarga korban. Sebagai manusia biasa, dia sangat mengerti kesedihan keluarga korban yang ditinggalkan.

"Saya manusia juga yang nggak super, yang nggak semua bisa. Iya itulah makanya saya bilang kata kuncinya tiga. Gitu pemerintah hadir serius, all out, bekerja pakai hati. Itu buktinya jadi kita mendekatkan sama mereka," papar dia.

Sementara itu, terkait perpanjangan waktu evakuasi berdasarkan hasil evaluasi di lapangan. Untuk perpanjangan tiga hari, Syaugi menyebut pihaknya telah menemukan 21 kantong jenazah di Tanjung Pakis.

"Makanya kita perpanjang, besok kita lihat gimana situasi besok kalau masih mungkin ditemukan lagi kita perpanjang," jelasnya.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi