BI klaim peredaran uang palsu di Indonesia sudah menurun dibandingkan di Thailand

Data terbaru BI, presentasi peredaran uang palsu hanya lima lembar per satu juta uang asli.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
BI klaim peredaran uang palsu di Indonesia sudah menurun dibandingkan di Thailand
Bareskrim ringkus pembuat uang palsu. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Kepala Grup Operasional Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Luctor E Tapiheru, mengklaim peredaran uang palsu di Indonesia terpantau terus menurun dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Data terbaru BI, presentasi peredaran uang palsu hanya lima lembar per satu juta uang asli."Kalau kita membandingkan dengan negara-negara lain misalnya Thailand 6-7 lembar masih lebih di atas kita," kata Luctor di Gedung Bareskrim Polri, Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (18/10).Menurutnya, capaian itu karena kerja keras dan sinergi dari Kepolisian dan BI untuk memberantas produksi uang palsu. Termasuk penangkapan enam pelaku peredaran uang palsu yang baru-baru ini dilakukan. "Ini salah satunya adalah dari kegiatan bersama kita dalam BI atau kepolisian yang tetap menggalakkan kegiatan-kegiatan untuk penanggulangan uang palsu," terangnya.Bukan hanya kerja sama kepolisian dan BI, menurutnya, tak kalah penting adalah mengedukasi masyarakat agar mudah mengenali uang palsu. Sedangkan proses hukum yang menjerat pengedar uang palsu diharapkan memberi efek jera kepada para pembuat. "Khususnya bagaimana hukuman yang dijatuhkan, kami sudah sepaham dengan kepolisian, kejaksaan untuk menggunakan UU mata uang dengan sanksi atau hukumannya itu cukup berat," jelas Luctor.

Rekomendasi